SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit terus mematangkan persiapan menjelang penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2026.

Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian mengungkapkan berbagai tahapan persiapan telah dilakukan, termasuk kegiatan ramp check atau uji petik kapal sebagai bagian dari pengecekan kelaikan operasional armada.

“Kami ingin memastikan seluruh armada yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan dan siap melayani masyarakat selama periode angkutan Lebaran,” ujarnya, Selasa, 3 Maret 2026.

Selain itu, pihaknya juga telah menggelar rapat koordinasi nasional persiapan angkutan Lebaran 2026 yang dilaksanakan secara virtual pada 24 Februari sebagai bentuk sinkronisasi kebijakan dan kesiapan di seluruh wilayah Indonesia.

Untuk mendukung arus mudik, sejumlah kapal penumpang dijadwalkan melayani rute dari dan menuju Sampit, khususnya ke Semarang dan Surabaya.

“Kapal KM Leuser akan tiba dari Semarang pada 13 Maret 2026 dan kembali berangkat ke kota tujuan pada 14 Maret 2026. Sementara KM Lawit tiba dari Surabaya pada 15 Maret dan bertolak kembali ke Semarang pada 16 Maret. Jadwal operasional armada dari Dharma Lautan Utama juga disiapkan meskipun masih menunggu konfirmasi,” jelas Hotman.

KSOP memprediksi pertumbuhan jumlah penumpang angkutan laut Lebaran tahun ini mencapai sekitar 5 persen dibandingkan tahun lalu. 

“Pada 2025, jumlah penumpang tercatat sebanyak 10.551 orang naik dan 5.285 orang turun. Tahun ini, kami perkirakan mencapai 11.078 penumpang naik dan 5.549 penumpang turun,” tambahnya.

Dengan peningkatan tersebut, ia menyatakan perhatian serius pihaknya dalam memastikan kesiapan sarana dan prasarana salah satunya telah mengantisipasi peningkatan penumpang dengan menyiapkan armada, fasilitas, dan sistem pelayanan agar arus mudik berjalan lancar.

Namun, ia juga mengakui beberapa kendala berpotensi muncul seperti keterbatasan kapasitas parkir, kurangnya penerangan di area pelabuhan, antrean boarding tiket, serta kemacetan di akses masuk pelabuhan. 

"Mengatasi hal ini, kami melakukan penataan ulang area parkir, menambah titik parkir alternatif, meningkatkan penerangan, serta menambah petugas pelayanan dari operator pelayaran,” kata Hotman.

Rekayasa lalu lintas pun akan diterapkan dengan penutupan sementara ruas jalan di sekitar pelabuhan saat kapal tiba guna mengurai kepadatan kendaraan dan menjaga kelancaran arus penumpang.

Sebagai bentuk penguatan koordinasi, KSOP membentuk Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 yang melibatkan berbagai instansi dan operator pelayaran.

“Posko ini berfungsi sebagai pusat komando untuk mengoordinasikan operasional, pengawasan, serta penanganan kendala di lapangan secara cepat dan terpadu,” ungkap Hotman.

Dengan berbagai persiapan matang tersebut, Hotman menegaskan komitmen KSOP memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. “Kami berharap seluruh rangkaian angkutan laut Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” tandasnya. (DEVIANA/H)