BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026 sebesar lebih dari Rp20 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Target ini disampaikan Anggota DPRD Palangka Raya dari Komisi I, Syaufwan Hadi, yang menegaskan pentingnya peningkatan pendapatan daerah untuk mendukung berbagai kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik di kota tersebut.
"Langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kemandirian keuangan daerah di tengah dinamika ekonomi yang ada," katanya, Selasa, 3 Maret 2026.
Syaufwan Hadi menjelaskan bahwa pada tahun 2025, sebenarnya sudah terjadi peningkatan pada angka PAD Kota Palangka Raya.
Peningkatan ini menjadi dasar yang baik bagi pemerintah untuk menetapkan target yang lebih tinggi pada tahun mendatang.
Menurutnya, tren kenaikan PAD yang terjadi menunjukkan bahwa potensi ekonomi di Palangka Raya masih cukup besar dan dapat digali lebih dalam lagi untuk memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap keuangan daerah.
Meskipun target peningkatan PAD cukup besar, Syaufwan Hadi menegaskan bahwa efisiensi anggaran tetap akan terus dijalankan oleh Pemko Palangka Raya.
"Langkah efisiensi ini dianggap penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dari kas daerah digunakan dengan tepat guna dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat," tambahnya.
Ia juga mengingatkan agar Pemko tidak akan mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan, meskipun ada harapan akan peningkatan pendapatan yang cukup signifikan.
"Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah kemampuan keuangan daerah untuk menopang kebutuhan belanja pegawai," tuturnya.
Syaufwan Hadi menyatakan bahwa meskipun efisiensi anggaran tetap berjalan, kebutuhan belanja seperti belanja pegawai masih dapat ditopang dengan baik dari kenaikan PAD yang diharapkan terjadi.
"Hal ini sangat penting mengingat belanja pegawai merupakan salah satu komponen belanja daerah yang cukup besar dan memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan aparatur sipil negara di lingkungan Pemko Palangka Raya," lanjutnya.
Peningkatan PAD yang ditargetkan juga diharapkannya dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi pembangunan di Palangka Raya.
Selain untuk menopang belanja pegawai, katanya tambahan pendapatan ini juga dapat dialokasikan untuk berbagai program pembangunan infrastruktur, pelayanan sosial, dan program-program lain yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Syaufwan Hadi berharap agar semua pihak dapat bekerja sama untuk mencapai target tersebut, sehingga visi dan misi pembangunan kota dapat terwujud dengan lebih baik.
"Dengan target peningkatan PAD lebih dari Rp20 miliar pada tahun 2026, Pemko Palangka Raya diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah," pungkasnya. (MARINI/j)









