BORNEONEWS, Sampit – Fenomena gerhana bulan total terlihat jelas di langit Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada Selasa, 3 Maret 2026. Bulan tampak kemerahan dan perlahan menggelap saat memasuki fase puncak gerhana.
"Ini bulan terlihat dari Parenggean atas SP2G. Nampak sekitar jam 6 sore tadi," ujar Widi, warga Parenggean.
Widi membagikan foto momen langka tersebut. Dalam gambar yang ia abadikan, bulan terlihat berwarna kemerah-merahan. Ia mengaku takjub bisa menyaksikan langsung peristiwa astronomi tersebut.
Berbeda dengan Parenggean, sejumlah warga di Kota Sampit mengaku tidak dapat menyaksikan gerhana bulan karena kondisi cuaca mendung. Awan tebal menutup langit sehingga fase gerhana tidak terlihat secara jelas di beberapa wilayah.
Meski demikian, fenomena gerhana bulan total tetap menjadi perhatian masyarakat, khususnya umat Muslim di Kotim. Seiring terjadinya gerhana bulan total yang dapat disaksikan di wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah, umat Muslim melaksanakan Salat Gerhana Bulan (Khusuf) pada Selasa malam.
Salah satu pelaksanaan Salat Khusuf digelar di Masjid Al-Mukhlishin Universitas Muhammadiyah Sampit, yang berlokasi di Jalan Ki Hajar Dewantara Nomor 3, Sampit.
Berdasarkan imbauan yang beredar, Salat Khusuf dijadwalkan berlangsung pukul 18.30 hingga 19.00 WIB, dengan imam dan khatib Alivermana Wiguna.
Gerhana bulan total terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, sehingga Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti Bumi (umbra). Pada fase puncak, Bulan tampak kemerahan akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.
Adapun tahapan gerhana bulan pada Selasa malam tersebut adalah Gerhana Bulan Sebagian dimulai pukul 16.50 WIB, Gerhana Bulan Total dimulai pukul 18.04 WIB, Puncak Gerhana Bulan terjadi pukul 18.33 WIB, Gerhana Bulan Total berakhir pukul 19.02 WIB, dan Gerhana Bulan Sebagian berakhir pukul 20.17 WIB. (DEWI PATMALASARI/j)









