SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1015/Sampit membantu wujudkan impian warga untuk melakukan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi layak huni.

"Berkali-kali kami perjuangkan, baru kali ini melalui program TMMD ke-127 warga desa kami dapat bedah rumah dan langsung tiga kepala keluarga," kata Kepala Desa Tribuana, Achmad Badirun, Selasa, 3 Maret 2026.

Ia menjelaskan, proses pengerjaan dilakukan secara cepat dan intensif. Selain membangun rumah, personel TNI juga mengerjakan drainase di desa tersebut.

"Ini mengebut pengerjaan rehab rumah karena TNI juga mengerjakan drainase. Kejar-kejaran dengan cuaca karena hujan. Jadi rumah ini dikerjakan malam," tambahnya.

Ia menyebut, penerima program rehab RTLH dari TMMD ke-127 Kodim 1015/Sampit benar-benar ditujukan kepada warga tidak mampu. Salah satu penerima bantuan adalah Sumadi, seorang buruh dengan tiga anak. Salah satu anaknya bahkan sedang menempuh pendidikan tinggi dengan beasiswa. 

Saat dikunjungi Ketua Tim Wasev TMMD ke-127 Brigjen TNI Totok Sulistyono dan Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, Sumadi tampak menitikkan air mata haru.

Sementara itu, penerima lainnya dari Desa Bukit Indah, Kartini (75), yang tinggal seorang diri juga mengaku bahagia atas bantuan tersebut. Rumahnya diketahui belum pernah mendapat perbaikan sejak mengikuti program transmigrasi pada era 1990-an.

"Alhamdulillah saya angat berterimakasih dan sangat senang mendapat program bedah rumah. Saya sudah tinggal disini sejak tahun 90an dulu saya dari Jember mengikuti kut program transmigrasi bersama keluarga, tapi sekarang anak-anak sudah menikah dan tinggal jauh," ucapnya. 

Ketua Tim Wasev TMMD ke-127, Brigjen TNI Totok Sulistyono, menegaskan seluruh hasil kegiatan TMMD nantinya akan diserahkan kembali kepada pemerintah daerah untuk dimanfaatkan masyarakat.

"Hasil TMMD ini nanti diserahkan kembali kepada pemerintah daerah dan digunakan untuk masyarakat agar dapat dirawat, dipergunakan secara baik," katanya.

Ia berharap berbagai program fisik maupun nonfisik dalam TMMD dapat meningkatkan mobilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat dalam jangka panjang.

Totok juga mengajak warga untuk bersama-sama menjaga dan merawat hasil pembangunan yang telah dilakukan secara gotong royong.

"Sejauh ini untuk kegiatan TMMD bisa berjalan dengan baik karena Komandan Kodim bisa memprediksi kondisi cuaca. Kadang hujan, kadang panas. Ini menjadi hambatan pekerjaan lapangan sehingga harus diantisipasi agar semuanya bisa tercapai 100 persen sebelum penutupan TMMD," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)