BORNEONEWS, Muara Teweh - Sudah beberapa hari ini kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Barito Utara seperti premium dan pertamax mendapat perhatian serius dari pihak kepolisian. Sebab menjelang pelaksanaan natal dan tahun baru harga minyak lebih mahal yakni berkisar Rp12.000 per liter.
“Pihaknya terus melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kelangkaan bahan bakar beberapa hari ini. Selain itu juga memberi peringatan kepada pemilik SPBU agar dalam penjualan BBM dapat mengatur jumlah pelangsir yang selama ini menghiasi pengisian bahan bakar. Harusnya jumlah pelangsir dibatasi agar tidak terjadi kelangkaan sehingga membuat mahal harga,” kata Kapolres Barut AKBP Roy HM Sihombing usai rapat koordinasi lintas sektoral, Rabu (21/12/2016).
Ia menjelaskan, harga BBM yang dijual di pengecer hingga kisaran Rp12.000 per liter sampai Rp15.000 per liter ini berdasarkan informasi dari intelijen anggota polres setempat. "Dengan adanya kelangkaan BBM ini, anggota kita kerahkan untuk melakukan penyelidikan dan menggali informasi penyebab terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak," katanya.
Selain kelangkaan bahan bakar, Kapolres juga meminta agar travel angkutan penumpang harus dilakukan pemeriksaan, sebab banyak travel beroperasi yang belum mengantongi izin secara benar.
Hal tersebut dapat dilihat dengan nomor kendaraan masih menggunakan plat hitam, sedangkan yang resmi dapat dilihat dengan menggunakan plat kuning. Tentu dengan belum mendapat izin secara resmi tidak ada pemasukan bagi daerah.
“Kita mengimbau kepada pemilik travel agar tidak sembarangan mengoperasikan angkutan. Sebab ini sangat berkaitan dengan keselamatan penumpang,” tegasnya. (AGUS SIDIK/m)








