SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur, Eddy Surahman, mengumumkan bahwa pada Februari 2026 tingkat inflasi year-on-year (y-on-y) di Sampit mencapai 5,15 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,79.

"Inflasi y-on-y tersebut terjadi akibat kenaikan harga yang dirasakan pada sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat," katanya, Selasa, 3 Maret 2026.

Ia mengungkapkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 3,71 persen, kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,56 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami lonjakan signifikan sebesar 16,91 persen.

Selain itu, ia menyampaikan kelompok lain yang juga mengalami kenaikan adalah kesehatan sebesar 1,36 persen, informasi komunikasi dan jasa keuangan 0,03 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 0,33 persen, pendidikan 2,15 persen, penyediaan makanan dan minuman di restoran 4,65 persen serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 15,80 persen.

"Sementara itu, dua kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun sebesar 0,26 persen dan transportasi turun 0,65 persen," imbuhnya. 

Ia  juga mengungkapkan bahwa tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) Sampit pada Februari 2026 sebesar 0,61 persen, sedangkan inflasi year-to-date (y-to-d) mencapai 1,03 persen.

“Angka inflasi ini penting untuk menjadi perhatian bagi seluruh stakeholder agar dapat mengambil langkah strategis dalam menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat,” ujar Eddy.

Data ini memberikan gambaran dinamisnya kondisi ekonomi lokal di Sampit dan menjadi acuan dalam perencanaan kebijakan untuk menjaga keseimbangan ekonomi dan perlindungan konsumen. (DEVIANA/j)