SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyebut pelaksanaan TMMD Reguler ke-127 Kodim 1015/Sampit merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pembangunan desa.

"Program ini merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan," kata Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Muslih, Selasa, 3 Maret 2026.

Hal itu ia sampaikan saat kunjungan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD Reguler ke-127 di Desa Tribuana, yang dipimpin oleh Brigjen TNI Totok Sulistyono.

Program TMMD Reguler ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 1015/Sampit tahun ini menyasar tiga desa di wilayah utara Kotim, yakni Desa Bukit Indah, Desa Tribuana, dan Desa Batu Agung, Kecamatan Telaga Antang. Kegiatan berlangsung selama satu bulan, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026, dengan berbagai sasaran fisik dan nonfisik.

Dalam kunjungan tersebut, Tim Wasev mendengarkan paparan progres pelaksanaan TMMD dari Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan. Selain itu, turut dilakukan pembagian paket sembako bagi masyarakat kurang mampu, program pengentasan stunting, serta pembagian alat olahraga yang dipusatkan di Desa Tribuana.

Muslih juga mendampingi Tim Wasev meninjau sejumlah sasaran kegiatan, antara lain diantaranya pembangunan siring di Desa Tribuana, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), rehabilitasi toilet tempat ibadah, penimbunan jalan rawan banjir dan normalisasi sungai di Desa Bukit Indah, hingga pelepasan bantuan bibit ikan secara simbolis bagi masyarakat.

"Kehadiran Tim Wasev pada hari ini tentu menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa pelaksanaan TMMD berjalan sesuai dengan rencana, tepat sasaran, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Evaluasi dan pengawasan yang dilakukan diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas pelaksanaan program, baik dari sisi fisik maupun nonfisik," tambahnya.

Lanjutnya, program TMMD sangat membantu pemerintah daerah dalam membuka akses infrastruktur dan meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. 

Selain pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum, kegiatan nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat juga memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

Ia menambahkan, sinergitas yang terbangun melalui TMMD sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur dalam mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera.

"Sinergitas yang terbangun melalui TMMD sejalan dengan visi pembangunan Kotim yaitu mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera. Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengatasi berbagai tantangan pembangunan, khususnya di wilayah yang masih memerlukan perhatian lebih," bebernya.

Dirinya menyampaikan apresiasi kepada TNI, khususnya Kodim 1015/Sampit atas dedikasi dan komitmen dalam menjalankan program TNI Manunggal Membangun Desa.

"Kami berharap melalui kunjungan Wasev ini, pelaksanaan TMMD reguler ke-127 dapat terus disempurnakan dan menjadi contoh praktik baik dalam pembangunan berbasis kebersamaan dan gotong royong," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)