SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Deru truk tangki pengangkut CPO bersahutan di atas aspal yang terkelupas. Di sela-sela kendaraan besar yang melintas berderet, pengendara sepeda motor berusaha mencari celah aman. Begitulah potret keseharian di Jalan HM Arsyad Sampit-Samuda.

Kondisi jalan rusak tersebut kembali menjadi sorotan setelah sebuah video curahan hati (curhat) warganet viral di media sosial. Akun Instagram duwi_nurjanah mengunggah rekaman kondisi jalan pada 28 Februari 2026. Dalam video itu, tampak permukaan aspal tidak rata dan berlubang di sejumlah titik.

"Masak iya harus menunggu banyak korban jiwa baru diperbaiki, kira-kira sampai kapan Jalan Sampit-Samuda seperti ini? Apa iya harus menunggu banyak korbannya," ucapnya dalam video yang kemudian ramai diperbincangkan.

Hingga Selasa, 3 Maret 2026, video tersebut telah ditonton sedikitnya 27 ribu kali, memperoleh 1.474 tanda suka, serta memicu 251 komentar dari warganet. 

Sejumlah akun dengan jumlah pengikut besar bahkan turut membagikan ulang video tersebut, memperluas jangkauan keluhan warga.

Dalam rekaman berdurasi singkat itu, ia memperlihatkan kondisi jalan sembari mengendarai sepeda motor. Ia menyebut video direkam saat hari libur sehingga arus lalu lintas terlihat lebih lengang dibanding hari kerja. Namun situasinya berbeda ketika aktivitas normal berlangsung.

"Kalau hari biasa itu di sini rame banget, banyak truk-truk CPO pengangkut sawit itu lewat dan jalan rame, nyelip-nyelip mereka, apalagi mereka kalau lewat itu berderet. Kasihan kami yang pakai motor ini," katanya.

Jalan HM Arsyad merupakan salah satu akses vital penghubung Sampit–Samuda hingga ke kawasan wisata Pantai Ujung Pandaran. Selain kendaraan pribadi, ruas ini juga dilalui truk tangki pengangkut minyak kelapa sawit mentah (CPO) dari sejumlah perkebunan di wilayah tersebut.

Keberadaan kendaraan bertonase besar di atas jalan yang rusak memperbesar risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang harus berbagi jalur dalam kondisi permukaan tidak rata.

Bagi sebagian orang, termasuk pemilik akun tersebut, jalan itu adalah satu-satunya akses menuju kampung halaman.

"Tapi mau gimana lagi, harus ngelewatin jalan ini, soalnya kan rumah orang tua aku harus ngelewatin jalan ini," ungkapnya.

Keluhan yang viral ini menjadi gambaran keresahan masyarakat pengguna jalan. Warga berharap perbaikan segera dilakukan agar tak perlu menunggu jatuhnya korban jiwa sebab beberapa kali kejadian kecelakaan di jalan tersebut telah merenggut nyawa salah satunya seorang pegawai kantor kecamatan. (DEWI PATMALASARI/j)