BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur bergerak cepat menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 600.11/889/SJ tanggal 18 Februari 2026 dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Terbatas pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI atau (Aman, Sehat, Resik/Rapi, Indah), di Ruang Rapat Wakil Bupati Barito Timur, Selasa, 3 Maret 2026.
Rakor dipimpin Asisten I Sekretariat Daerah Barito Timur, Ari Panan P Lelu, serta dihadiri Asisten II, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah terkait dan seluruh camat se-Barito Timur.
Pertemuan ini difokuskan pada penyusunan langkah konkret penerapan Gerakan ASRI di tingkat daerah.
Ari Panan P Lelu menegaskan, Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan kolektif yang harus diwujudkan melalui aksi nyata.
“Kita ingin Gerakan Indonesia ASRI benar-benar terasa dampaknya di masyarakat. Mulai dari peningkatan keamanan, kebersihan, kesehatan lingkungan hingga pengelolaan sampah yang lebih baik,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah strategis. Pemerintah daerah akan menerbitkan surat edaran terkait pelaksanaan kerja bakti dan senam bersama. Kegiatan kerja bakti akan dilaksanakan setiap Selasa di lingkungan kerja masing-masing, sementara setiap Jumat digelar secara bersama di lokasi yang telah ditentukan.
Selain itu, upaya pengurangan sampah plastik juga menjadi perhatian serius. Seluruh rapat di lingkungan Pemkab Barito Timur tidak lagi menggunakan air minum dalam kemasan, melainkan galon isi ulang dan mendorong penggunaan tumbler pribadi.
“Kita mulai dari internal pemerintah dulu sebagai contoh. Perubahan kecil jika dilakukan bersama akan memberi dampak besar,” kata Ari Panan.
Kerja bakti terpadu juga akan dijadwalkan hingga ke kecamatan prioritas. Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup dijadwalkan melakukan inspeksi mendadak ke pasar dengan dukungan TNI, Polri dan Kejaksaan guna memastikan kebersihan serta kesehatan lingkungan tetap terjaga.
Sementara itu, Bupati Barito Timur menginstruksikan para camat agar mengoordinasikan desa, kelurahan, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat untuk aktif mendukung Gerakan Indonesia ASRI di wilayah masing-masing.
Pemerintah daerah berharap gerakan ini mampu membangun budaya hidup bersih, sehat dan tertib sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









