SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Seekor buaya berukuran besar kembali terlihat di kawasan Sungai Mentaya, tepatnya di sekitar Jalan Iskandar 30, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dekat Pelabuhan H Ali, Selasa dini hari, 3 Maret 2026. Satwa liar tersebut kepergok sedang memakan sampah yang mengapung di aliran sungai.

"Kemarin subuh muncul buaya di dekat Pelabuhan H Ali, sekitar Iskandar 30. Sering muncul di kawasan di situ. Semoga tak ada korban," kata Zainuri, warga setempat, Rabu, 4 Maret 2026.

Warga memperkirakan buaya tersebut memiliki panjang lebih dari lima meter. Dalam beberapa pekan terakhir, kemunculan buaya di Sungai Mentaya memang semakin sering dilaporkan, terutama pada malam hingga menjelang subuh.

Sebelumnya, buaya juga disebut kerap terlihat nongkrong di tepian sungai yang berdekatan dengan permukiman dan aktivitas pelabuhan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat lokasi tersebut merupakan jalur transportasi air serta tempat beraktivitas warga setiap hari.

Keberadaan tumpukan sampah di sungai diduga menjadi salah satu faktor yang menarik satwa tersebut mendekat ke kawasan padat penduduk.

Masyarakat berharap ada tindakan cepat dari instansi terkait untuk mencegah potensi konflik antara manusia dan buaya. Risiko serangan dinilai meningkat, terutama bagi warga yang beraktivitas di bantaran sungai pada malam atau dini hari.

Kepala BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, membenarkan telah menerima laporan terkait kemunculan buaya besar tersebut. Ia menjelaskan, meski penanganan buaya di perairan umum saat ini bukan lagi menjadi kewenangan BKSDA, pihaknya tetap berupaya melakukan langkah pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat.

Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di tepi Sungai Mentaya, khususnya pada waktu rawan kemunculan buaya.

"Aktivitas warga di sekitar pelabuhan masih sangat tinggi, sehingga perlu ada peringatan agar masyarakat lebih waspada dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan sungai, terutama pada malam hingga dini hari," kata Muriansyah. (DEWI PATMALASARI/y)