BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Komando Resimen Induk Militer (Rindam) di wilayah Kalteng.
Langkah ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kapasitas pertahanan daerah dan menyediakan wadah pembinaan bagi prajurit yang akan bertugas di Kodam XXII Tambun Bungai.
Gubernur menegaskan bahwa pembangunan Rindam bukan hanya menjadi kebutuhan militer, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas serta memperkuat sinergi antara TNI dengan masyarakat lokal.
"Menurut saya keberadaan Rindam di Kalteng akan menjadi pusat pelatihan dan pembinaan bagi calon prajurit dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah," Rabu, 4 Maret 2026.
Program pembinaan yang komprehensif diharapkan mampu mencetak prajurit yang tidak hanya ahli dalam bidang taktis militer, tetapi juga memiliki integritas tinggi dan pemahaman yang baik tentang kondisi sosial budaya serta potensi wilayah Kalteng.
Komandan Kodam XXII Tambun Bungai yang tidak disebutkan namanya menyampaikan apresiasi atas dukungan dari pemerintah provinsi.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan Rindam akan dirancang dengan standar nasional dan dilengkapi dengan fasilitas pelatihan yang modern. Selain itu, rencana juga mencakup program kerja sama dengan institusi pendidikan lokal untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia prajurit.
Selain sebagai tempat pelatihan, Rindam yang akan dibangun juga diharapkan dapat berperan aktif dalam berbagai program pembangunan daerah.
"Beberapa sektor yang akan menjadi fokus kerja sama antara TNI dengan pemerintah daerah meliputi pengembangan infrastruktur, penanggulangan bencana alam, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah terpencil Kalteng," pungkasnya. (PATHUR/Y)









