PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menetapkan tujuh kelurahan strategis sebagai titik fokus pelaksanaan Operasi Pasar LPG 3 Kg bersubsidi bulan ini.

Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi energi murah merata di wilayah-wilayah dengan tingkat konsumsi rumah tangga sasaran yang tinggi.

"Kami telah memetakan tujuh titik utama agar masyarakat tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan gas subsidi sesuai HET," katanya, Rabu, 4 Maret 2026.

Adapun tujuh kelurahan yang menjadi sasaran utama tersebut meliputi Kelurahan Langkai, Panarung, Palangka, Pahandut, Bukit Tunggal, Menteng, hingga Kelurahan Kalampangan.

Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kepadatan penduduk dan jumlah pelaku Usaha Mikro yang bergantung pada pasokan gas melon.

Di setiap kelurahan, pemerintah telah menyiapkan kuota khusus sebanyak 150 tabung untuk mengakomodasi kebutuhan warga setempat.

Fairid menjelaskan, operasi pasar ini merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah dalam menekan potensi inflasi di tingkat kelurahan.

Dengan harga yang dipatok tetap di angka Rp 22.000 per tabung, diharapkan gejolak harga di pasar tradisional dapat diredam.

"Target kami adalah stabilitas. Dengan menyasar tujuh kelurahan ini, kita menciptakan titik-titik penyeimbang harga di tengah masyarakat," tegasnya.

Pelaksanaan di tujuh lokasi ini dilakukan secara bertahap mulai tanggal 4 hingga 12 Maret 2026. Fairid mengimbau kepada lurah dan camat di wilayah terkait untuk membantu proses pengawasan agar penyaluran berjalan tertib.

Ia menekankan bahwa setiap warga di kelurahan sasaran wajib menunjukkan KTP sebagai bukti domisili agar subsidi benar-benar dinikmati oleh warga setempat, bukan pengecer dari luar wilayah.

Bagi masyarakat di tujuh kelurahan tersebut, waktu pelayanan dibatasi mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.

Fairid meminta warga untuk datang tepat waktu dan mematuhi antrean yang telah diatur oleh petugas dari DPKUKMP Kota Palangka Raya dan Pertamina.

Ketegasan prosedur ini, menurut Wali Kota, sangat penting untuk menjamin transparansi distribusi 1.050 tabung gas yang dialokasikan dalam program kali ini. (HENDRI/H)