PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini menegaskan bahwa Pemerintah Kota saat ini tengah memperkuat berbagai upaya strategis guna menghadapi tekanan inflasi yang diprediksi meningkat menjelang dan pasca-Idulfitri.

Langkah ini diambil sebagai respons proaktif terhadap potensi kenaikan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat di tengah momentum hari besar keagamaan tersebut.

Zaini menjelaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan ketersediaan pasokan pangan di pasar tetap stabil.

Pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan para distributor besar, guna memantau rantai pasok agar tidak terjadi hambatan yang dapat memicu kelangkaan barang di tingkat pedagang eceran.

Selain menjaga pasokan, Pemerintah Kota juga gencar melakukan pemantauan harga secara berkala di sejumlah pasar tradisional dan modern.

Pengawasan ini untuk mendeteksi secara dini fluktuasi harga yang tidak wajar serta mencegah adanya praktik penimbunan komoditas oleh oknum yang ingin mencari keuntungan pribadi di tengah tingginya kebutuhan warga menjelang lebaran.

"Sebagai langkah konkret di lapangan, kami mengoptimalkan pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar di berbagai titik strategis," kata Zaini, Rabu, 4 Maret 2026.

Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga meskipun terdapat tekanan harga di pasar umum.

Pasca-Idulfitri pun tetap menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat pola inflasi seringkali masih bertahan akibat penyesuaian harga transportasi maupun logistik.

Zaini mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau belanja secara berlebihan, karena stok pangan dipastikan mencukupi kebutuhan seluruh warga Kota Cantik dalam beberapa bulan ke depan.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan kesadaran masyarakat, diharapkan angka inflasi di Palangka Raya tetap berada pada level yang terkendali.

Pemerintah berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat guna memastikan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga, sehingga perayaan Idulfitri tahun ini dapat berjalan dengan khidmat tanpa terbebani oleh lonjakan harga yang ekstrem. (HENDRI/R)