PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery meminta pihak penyelenggara Pasar Ramadan agar lebih memperhatikan kekuatan dan keamanan tenda lapak pedagang.

Setiap tahun masih ditemukan tenda yang ambruk atau roboh akibat terpaan angin kencang maupun hujan deras. 

"Kondisi tersebut tidak hanya merugikan pedagang secara materiil, tetapi juga berpotensi membahayakan pengunjung yang memadati kawasan pasar menjelang waktu berbuka puasa," katanya, Rabu, 4 Maret 2026.

Khemal menegaskan bahwa faktor keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Pasar Ramadan. 

Ia mendorong agar rangka tenda menggunakan material yang lebih kokoh, pemasangan dilakukan sesuai standar keamanan, serta dilengkapi pengikat tambahan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.

“Jangan sampai kejadian yang sama terus berulang setiap tahun. Evaluasi harus dilakukan sejak awal agar pedagang dan masyarakat merasa aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia juga meminta adanya pengecekan rutin selama kegiatan berlangsung, terutama ketika prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat dan angin kencang.

Dengan langkah antisipatif tersebut, Khemal berharap Pasar Ramadan di Kota Palangka Raya dapat berjalan lancar, tertib, dan aman tanpa insiden yang merugikan pedagang maupun pengunjung. (MARINI/R)