BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, mengimbau para pengusaha kue kering agar tidak menggunakan bahan pengawet berbahaya dalam produksi makanan menjelang hari besar keagamaan.
Menurutnya, meningkatnya permintaan kue kering saat momen hari raya seringkali dimanfaatkan sebagian oknum untuk meraup keuntungan lebih dengan cara instan, termasuk penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai standar.
"Padahal, hal tersebut dapat membahayakan kesehatan konsumen," katanya, Rabu, 4 Maret 2026.
Sri Ani menegaskan bahwa keamanan pangan harus menjadi prioritas utama. Ia meminta pelaku usaha memastikan bahan baku yang digunakan aman, memiliki izin edar, serta proses produksi dilakukan secara higienis.
Tak hanya kepada produsen, ia juga mengingatkan masyarakat sebagai konsumen agar lebih teliti sebelum membeli. Pembeli diminta memperhatikan kualitas kue kering, mulai dari aroma, warna, tekstur, hingga kemasan dan tanggal kedaluwarsa
“Jangan tergiur harga murah. Pastikan produk yang dibeli aman dan layak konsumsi demi kesehatan keluarga,” ujarnya.
Ia berharap dinas terkait turut melakukan pengawasan rutin di lapangan untuk memastikan produk makanan yang beredar selama hari besar keagamaan benar-benar memenuhi standar keamanan pangan. (MARINI/H)









