BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanketpang) mulai mengambil langkah serius dalam memperkuat kedaulatan pangan lokal.
Tim teknis telah melaksanakan survei lokasi untuk Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang bertempat di Kelurahan Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit.
Kepala Distanketpang Kota Palangka Raya, Sugiyanto, menyampaikan bahwa lahan yang disurvei memiliki potensi luas mencapai kurang lebih 240 hektare.
Menurutnya, wilayah ini dipilih karena memiliki karakteristik geografis yang dinilai sangat mendukung untuk pengembangan sektor pertanian tanaman pangan dalam skala besar.
"Sebagian besar lahan yang kami survei berada di tepian Sungai Rungan. Lokasi ini menjadi fokus utama karena ketersediaan sumber air yang melimpah dari sungai sangat krusial untuk mendukung sistem irigasi persawahan nantinya," katanya, Rabu, 4 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa survei lapangan ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian teknis lahan, mulai dari kondisi topografi hingga kualitas tanah.
Hal ini dilakukan agar program Cetak Sawah Rakyat tepat sasaran dan mampu menghasilkan produktivitas yang optimal bagi para petani lokal di masa depan.
Sugiyanto menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Dengan dibukanya lahan sawah baru, diharapkan ketergantungan pangan dari luar daerah dapat berkurang secara signifikan dan kesejahteraan petani di Kelurahan Mungku Baru dapat meningkat.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal lahan yang potensial dapat dikelola dengan maksimal. Setelah survei ini, kami akan melakukan kajian lebih mendalam agar pengembangan pertanian di wilayah tersebut dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat," pungkasnya. (HENDRI/r)
Distanketpang Palangka Raya Survei Lahan 240 Hektare untuk Program Cetak Sawah Rakyat
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Palangka Raya Terima Banpres Rp10 Miliar
Menkes Ingin Jadikan Bus Oksigen Pemko Palangka Raya sebagai Pilot Project Penanganan ISPA
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Komentar (0)
Memuat komentar…







