BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Insiden penutupan jalan hauling PT Asmin Bara Baronang oleh Aliansi Masyarakat Adat (AMAD) terjadi pada Selasa kemarim di Desa Barunang, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas. Aksi sempat menimbulkan bentrokan antara massa dengan aparat kepolisian.
"Sebelum insiden terjadi, aparat kepolisian bersama tokoh adat setempat telah melakukan pendekatan persuasif agar massa membubarkan diri secara tertib demi menjaga keamanan dan ketertiban," ungkap Kapolres Kapuas AKBP Gede Eka Yudharma, Rabu, 4 Maret 2026.
Imbauan dari Polsek Kapuas Tengah beserta Damang dan Mantir Adat Kecamatan Kapuas Tengah sayangnya tidak diindahkan.
Situasi pun berkembang menjadi aksi saling dorong dan perlawanan terhadap petugas. Dalam insiden tersebut, tiga personel kepolisian mengalami luka akibat serangan senjata tajam. Mereka segera mendapatkan penanganan medis.
"Aparat kepolisian sebelumnya telah menembakkan tembakan peringatan sebagai langkah preventif," tambah Kapolres.
Namun karena situasi membahayakan keselamatan petugas, tindakan tegas terukur dilakukan untuk melumpuhkan pelaku penyerangan. Dua orang dari pihak massa mengalami luka tembak di bagian kaki dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan.
Seluruh korban, baik dari pihak kepolisian maupun massa aksi, mendapatkan perawatan awal di Klinik Pama Persada Nusantara. Selanjutnya, mereka dirujuk ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk perawatan lebih lanjut.
Kapolres Kapuas menegaskan bahwa setiap tindakan di lapangan dilakukan sesuai prosedur dan tetap mengedepankan keselamatan semua pihak. Hal ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam penanganan konflik secara profesional.
Situasi di lokasi kini berangsur kondusif. Aparat kepolisian tetap melakukan pengamanan untuk mencegah terjadinya eskalasi lanjutan dan memastikan keamanan masyarakat Kabupaten Kapuas. (SABRIANOOR/j)









