NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Selama bulan Ramadan sejumlah komoditas bahan pangan cenderung memgalami kenaikan harga. Karenanya, untuk membantu meringankan beban masyarakat Pemerintah Kabupaten Lamandau melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), Rabu, 4 Maret 2026.

"Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri .GPM ini juga menjadi langkfah strategis pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi serta menjaga daya beli masyarakat di Kabupaten Lamandau," ujar Asisten III Setda Lamandau Friaraiyatini, saat membuka kegiatan mewakili Bupati Lamandau. 

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Bulik ini disambut antusias oleh ribuan masyarakat yang memadati lokasi sejak pagi. Sebab harga yang ditawarkan cenderung miring dibandingkan harga pasaran. 

"Pemenuhan pangan adalah fondasi utama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.Pemerintah berkewajiban menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman, serta bergizi bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa menjelang hari besar keagamaan, permintaan bahan pangan strategis biasanya melonjak sehingga berpotensi memicu kenaikan harga. Oleh karena itu, GPM hadir sebagai solusi nyata untuk menekan angka inflasi dan membantu masyarakat, terutama keluarga prasejahtera.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau, Dr. Aprimeno Sabdey, menjelaskan bahwa kegiatan ini merujuk pada amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta instruksi Badan Pangan Nasional.Tujuan utama GPM adalah stabilisasi pasokan dan harga, serta meningkatkan daya beli masyarakat melalui harga yang terjangkau. 

"Kami menyediakan tujuh komoditas strategis dengan harga yang telah disubsidi. Upaya ini dilakukan melalui kerja sama dengan distributor dan pelaku usaha lokal guna memastikan rantai pasok tetap lancar," jelasnya. 

Dalam operasi pasar ini, pemerintah memberikan subsidi berkisar antara 5 hingga 35 persen dari Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasar. Seperti Beras Premium kemasan 5 Kg dijual seharga Rp 67.000 ( subsidi Rp 19.000). Kemudian Telur Ayam Ras 1 Piring Rp 53.000 (subsidi Rp 14.000). Lalu Minyak Goreng 1liter dijual Rp16.000 (subsidi Rp 6.000). Selanjutnya Gula Pasir Lokal Rp 15.000 /kg ( subsidi Rp 3.000) , Bawang Putih Rp33.000 /kg (subsidi Rp 17.000), Bawang Merah Rp 36.000/kg (subsidi Rp 15.600) dan Cabai Rawit Rp 30.000/ setengah kg ( subsidi Rp 12.500) . 

"Panitia menyiapkan stok dalam jumlah besar, mencakup 950 sak beras premium, 950 liter minyak goreng, serta ratusan kilogram telur dan bumbu dapur," tambahnya. (NATALIA KRISTIN/j)