PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersama Perum Bulog Cabang Pangkalan Bun kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), kali ini di Desa Palih Baru, Kecamatan Kotawaringin Lama.

Kegiatan tersebut disambut antusias warga yang sejak pagi memadati lokasi, untuk mendapatkan komoditas pangan berkualitas dengan harga di bawah pasaran. Program ini digelar untuk menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKP Kobar melalui Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Adrian Nor, mengatakan GPM sengaja didekatkan ke wilayah permukiman dan pedesaan agar masyarakat lebih mudah mengakses bahan pokok.

“Selama Ramadan ini, salah satu fokus kami adalah mendekatkan kebutuhan komoditas pangan kepada masyarakat dengan harga terjangkau. Ini langkah nyata untuk mengantisipasi inflasi agar harga tetap stabil,” ujar Adrian, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menjelaskan, GPM menjadi salah satu strategi pengendalian harga dengan cara memotong rantai distribusi, sehingga masyarakat bisa memperoleh bahan pokok langsung dari distributor resmi dengan harga lebih rendah dari pasar.

Merespons tingginya permintaan warga menjelang Lebaran, DPKP Kobar juga menambah varian dan jumlah stok komoditas yang dijual.

Jika sebelumnya hanya tersedia beras SPHP, kini beras premium turut disediakan karena tingginya minat masyarakat.

“Selain itu, kami juga menambah stok gula pasir, minyak goreng, telur ayam, bawang merah, dan bawang putih. Hal ini dilakukan agar semakin banyak kebutuhan warga yang terakomodir. Kondisi pasokan sementara masih bisa dikendalikan dan harganya stabil,” imbuhnya.

Menjelang Idulfitri yang tinggal sekitar dua minggu lagi, Adrian mengimbau masyarakat desa untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Ia menegaskan stok pangan di Kotawaringin Barat dalam kondisi aman.

“Stok pangan di Kotawaringin Barat dalam kondisi aman. Kami harap warga belanja seperlunya agar tidak terjadi pemborosan atau banyak makanan yang terbuang (food waste). Belanjalah dengan nyaman karena harga akan terus kita kendalikan,” pesannya.

Kehadiran GPM ini pun dirasakan manfaatnya oleh warga Desa Palih Baru. Salah satunya Elianti yang mengaku sangat terbantu dengan selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga di pasar.

“Sangat membantu sekali, harganya jauh lebih murah. Di pasar Minyakita sudah hampir Rp18.000, di sini masih Rp15.000,” ungkap Eli.

Menurutnya, hampir seluruh kebutuhan pokok seperti telur dan gula mengalami kenaikan harga di pasaran, sehingga GPM menjadi solusi tepat bagi warga dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadan.

“Sangat terbantu dengan GPM, karena kita bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah,” tandasnya. (DANANG/y)