SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kepala Instalasi Rawat Jalan RSUD dr Murjani Sampit, dr. Iman Hermawan, mengungkapkan bahwa jumlah pasien yang menjalani pengobatan HIV/AIDS di rumah sakit tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Asal mula penurunan ini bukan karena berkurangnya kasus HIV/AIDS, melainkan karena layanan pengobatan di Kabupaten Kotawaringin Timur kini semakin merata,” terangnya, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurut data akhir per Februari 2026 RSUD dr Murjani Sampit menangani sebanyak 148 pasien penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya, karena pengobatan kini juga tersedia di berbagai fasilitas kesehatan di Kotim, seperti RS Pratama Parenggean, Puskesmas Ketapang I, dan Puskesmas Baamang II.

“Layanan HIV/AIDS tidak lagi terpusat di sini, bahkan sejumlah pasien asal Kabupaten Seruyan juga sudah dialihkan untuk melanjutkan pengobatan di daerah asal mereka," ucapnya. 

Upaya pendistribusian layanan ini bertujuan memberikan kemudahan akses dan meningkatkan jangkauan pengobatan bagi penderita HIV/AIDS di wilayah Kotawaringin Timur dan sekitarnya.

Dengan demikian, koordinasi antar fasilitas kesehatan semakin kuat dan pelayanan kepada masyarakat penderita HIV/AIDS dapat dilakukan secara lebih optimal dan merata. (DEVIANA/y)