BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Bupati Kapuas, M Wiyatno mengungkapkan kesiapan operasional Rumah Potong Unggas (RPU) yang berlokasi di Desa Pulau Telo Baru, Kecamatan Selat. Hal tersebut disampaikannya usai melakukan peninjauan langsung untuk memastikan seluruh fasilitas dan sarana pendukung telah memenuhi standar sebelum difungsikan secara penuh.
Ia menegaskan bahwa RPU tersebut telah dipersiapkan secara matang, baik dari sisi infrastruktur, peralatan, maupun sistem pengelolaan kebersihan. Pemerintah daerah ingin memastikan operasional rumah potong berjalan sesuai ketentuan dan mampu memberikan jaminan kualitas bagi masyarakat.
"RPU di Pulau Telo Baru memiliki kapasitas pemotongan minimal 7.000 ekor ayam per hari. Dengan kapasitas tersebut, fasilitas dinilai mampu memenuhi kebutuhan daging ayam masyarakat di wilayah Kabupaten Kapuas dan sekitarnya," ungkapnya, Kamis, 5 Februari 2026.
Menurut Wiyatno, keberadaan rumah potong unggas tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga daging ayam di pasaran. Selain itu, fasilitas juga menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam meningkatkan standar higienitas dan keamanan pangan.
Ia menambahkan, operasional RPU akan mendukung distribusi daging ayam yang lebih tertata dan terkontrol. Dengan sistem yang terpusat, kualitas produk yang beredar di pasar diharapkan lebih terjamin, baik dari segi kebersihan maupun kelayakan konsumsi.
Rencananya, Rumah Potong Unggas tersebut akan mulai difungsikan setelah Hari Raya Idulfitri. Pemerintah Kabupaten Kapuas optimistis kehadiran fasilitas dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah sekaligus menjamin ketersediaan pangan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) bagi masyarakat. (SABRIANOOR/H)









