BORNEONEWS, Palangka Raya - Sitroneli (21), yang meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Muhammadiyah, pascaminum kopi dan makan pizza di Rollaas Coffee dan Tea, Palangka Raya, Minggu (18/12/2016), menyimpan catatan dalam HP tentang penyakitnya. Mahasiswi semester V, Universitas Djuanda, Bogor, Jawa Barat, itu juga menuliskan nasihat agar tidak menganggap sepele penyakit, sekecil apapun itu.

Terungkapnya catatan tersebut disampaikan Kapolres Palangka Raya, AKBP Lili Warli, Rabu (21/12/2016). Namun Lili Warli tidak bersedia menampilkan walaupun sebatas screenshot. Ini untuk menjaga privasi seseorang. Yang jelas, catatan itu dibuat sudah lumayan lama.

"Pada intinya dalam tulisan tersebut, sakitnya tak tertahankan. Kemudian katanya, saya dalam kondisi sakit. But No One Knows (tapi tak seorang pun yang tahu)," ucap Lili Warli, mengungkap sedikit isi catatan yang ditulis Sitroneli semasa hidup.

"Selanjutnya, jangan membiarkan batuk dan menganggap sepele. Apalagi batuk kering yang dibarengi darah," imbuhnya, melanjutkan isi catatan itu.

Dengan terungkapnya catatan ini, diduga mahasiswi asal Negeri Laskar Pelangi, Bangka Belitung itu sebelumnya juga pernah mengalami muntah darah. Catatan tersebut juga semakin menguatkan hasil otopsi yang dilakukan Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Ricka Brillianty

Yakni korban menderita paru kronis. Kondisi sudah parah. Sehingga, penyakit itu pada akhirnya mengakibatkan pembuluh darah korban pecah. Lalu terjadi muntah darah berkepanjangan baik melalui hidung maupun mulut hingga meninggal dunia.

Dengan semakin kuatnya bahwa korban meninggal bukan karena keracunan, Polres Palangka Raya pun mengurungkan niat untuk mengirimkan sample darah korban ke Laboratorium Forensik, Surabaya. Sebab hasil otopsi disertai bukti lainnya plus keterangan saksi dirasa telah cukup. Termasuk juga telah dilakukan tes darah korban di Doris Sylvanus dengan hasil negatif atau tidak ada unsur keracunan.

"Dari keterangan teman-temannya, (korban) juga tidak pernah lepas dari masker," tutur Kapolres. (BUDI YULIANTO/N).