TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Rutan Kelas IIB Tamiang Layang menjajaki pembaruan kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Barito Timur terkait peminjaman buku bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Pembahasan tersebut berlangsung dalam kunjungan koordinasi Disperpusip ke Rutan Tamiang Layang, Kamis, 5 Maret 2025.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat program pembinaan berbasis literasi sekaligus menambah koleksi bacaan di perpustakaan rutan agar lebih beragam dan bermanfaat bagi warga binaan.

Pertemuan digelar di ruang kerja Kepala Rutan dan dihadiri Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pengelolaan Rutan Tamiang Layang, Sri Rahayu, bersama sejumlah perwakilan dari Disperpusip Barito Timur.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas rencana pembaruan koleksi buku bacaan agar lebih variatif serta relevan dengan kebutuhan warga binaan.

Penambahan jenis buku dinilai penting untuk meningkatkan minat baca sekaligus memperluas wawasan para WBP selama menjalani masa pembinaan di dalam rutan.

“Kami menyambut baik dukungan dari Disperpusip Barito Timur dalam penyediaan bahan bacaan bagi warga binaan. Kehadiran buku-buku yang variatif diharapkan dapat meningkatkan minat baca sekaligus menjadi sarana pembelajaran yang positif bagi mereka,” ujar Sri Rahayu saat diwawancarai usai pertemuan.

Selain membahas variasi koleksi buku, kedua instansi juga mendiskusikan jumlah buku yang akan dipinjam pakai oleh pihak rutan guna memperkaya koleksi perpustakaan warga binaan.

Dalam kesempatan tersebut, pembaruan dokumen perjanjian kerja sama turut menjadi perhatian penting agar program peminjaman buku dapat berjalan secara berkelanjutan serta memiliki dasar administrasi yang jelas.

Usai pertemuan koordinasi, tim dari Disperpusip Barito Timur melakukan survei langsung terhadap koleksi buku yang tersedia serta meninjau kondisi ruang perpustakaan warga binaan di lingkungan rutan.

Kegiatan tersebut didampingi Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Junaidi, yang menjelaskan mekanisme pengelolaan perpustakaan serta pemanfaatannya oleh para warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

“Perpustakaan ini dimanfaatkan warga binaan untuk membaca di waktu luang. Kami berharap dengan adanya tambahan koleksi buku, kegiatan literasi di rutan dapat semakin berkembang,” kata Junaidi.

Melalui sinergi antara Rutan Tamiang Layang dan Disperpusip Barito Timur tersebut, diharapkan layanan literasi bagi warga binaan dapat semakin optimal.

Penyediaan bahan bacaan yang memadai diyakini mampu menumbuhkan kebiasaan membaca, memperkaya pengetahuan serta memberikan aktivitas yang positif dan produktif bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)