BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk mulai mengurangi penggunaan sedotan plastik sekali pakai.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan sedotan berbahan lokal, seperti yang dibuat dari tanaman purun, sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Menurut Debora, penggunaan sedotan plastik dalam jangka panjang dapat menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan karena sulit terurai.
Oleh sebab itu, diperlukan upaya bersama untuk mengurangi penggunaan plastik, khususnya pada produk yang hanya digunakan sekali lalu dibuang.
Ia menilai Kalimantan Tengah memiliki potensi bahan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti plastik, salah satunya purun.
"Tanaman purun selama ini telah dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kerajinan, termasuk pembuatan sedotan yang lebih ramah lingkungan," katanya, Kamis, 5 Februari 2026.
Selain ramah lingkungan, pemanfaatan sedotan berbahan purun juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat lokal.
Kerajinan dari purun dapat menjadi peluang usaha bagi pelaku UMKM serta mendukung pengembangan produk lokal.
Debora juga mengajak pelaku usaha kuliner di Palangka Raya untuk mulai beralih menggunakan sedotan ramah lingkungan. Menurutnya, langkah kecil seperti ini dapat memberikan dampak besar dalam mengurangi sampah plastik di daerah.
"Saya berharap upaya pengurangan sedotan plastik dapat terus disosialisasikan kepada masyarakat. Dengan demikian, kesadaran menjaga lingkungan semakin meningkat sekaligus mendorong pemanfaatan produk lokal yang lebih berkelanjutan," pungkasnya. (MARINI/R)









