BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Noorkhalis Ridha mengingatkan pemerintah daerah dan instansi terkait agar menjaga stabilitas harga sayur kangkung di pasaran.
"Hal ini disampaikan agar komoditas tersebut tidak kembali menjadi penyumbang inflasi seperti yang pernah terjadi pada tahun sebelumnya," katanya, Kamis, 5 Maret 2026.
Menurut Noorkhalis Ridha, kangkung merupakan salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat. Karena itu, kenaikan harga yang signifikan pada komoditas tersebut dapat berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat serta mempengaruhi tingkat inflasi daerah.
Ia menilai pemerintah perlu melakukan pemantauan secara rutin terhadap pasokan dan harga sayur di pasar tradisional maupun distributor.
Langkah ini penting untuk memastikan ketersediaan stok tetap terjaga dan harga tidak melonjak secara tiba-tiba.
Selain pengawasan, Noorkhalis juga mendorong adanya koordinasi antara pemerintah daerah dengan para petani dan pedagang sayur.
Dengan komunikasi yang baik, potensi gangguan distribusi atau kekurangan pasokan dapat diantisipasi sejak dini.
Ia juga berharap adanya dukungan bagi petani lokal agar produksi sayur, termasuk kangkung, dapat terus meningkat. Dengan ketersediaan produksi yang stabil, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa memicu lonjakan harga.
Noorkhalis menegaskan bahwa pengendalian harga bahan pangan merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
"Pengalaman inflasi pada tahun sebelumnya dapat menjadi pelajaran agar kondisi serupa tidak kembali terulang," pungkasnya. (MARINI/R)









