BORNEONEWS, Banjarmasin - Dua nelayan asal Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala, dilaporkan terdampar di pesisir Pantai Batu Lima, Takisung, Tanah Laut pada Kamis, 5 Maret 2026 setelah kelotok yang mereka tumpangi karam di perairan setempat. Informasi ini beredar melalui pesan singkat warga yang meminta bantuan penyebaran kabar kepada keluarga dan masyarakat Tabunganen.
Dalam pesan yang beredar, disebutkan bahwa kedua nelayan tersebut merupakan warga Tabunganen, tepatnya dari wilayah Karya Baru.
"Keluarga korban dikabarkan telah mengetahui peristiwa tersebut dan langsung bergerak menuju lokasi Pantai Batu Lima untuk memastikan kondisi keduanya," ungkap Ahim, warga setempat menginformasikan.
Peristiwa karamnya kelotok diduga terjadi saat keduanya tengah beraktivitas di laut. Namun hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab tenggelamnya perahu motor tradisional tersebut, apakah akibat cuaca buruk, gelombang tinggi, atau faktor teknis lainnya.
Pantai Batu Lima sendiri berada di wilayah Kabupaten Tanah Laut dan dikenal sebagai salah satu kawasan pesisir yang cukup ramai dikunjungi warga. Lokasi tersebut juga kerap menjadi titik persinggahan nelayan yang beraktivitas di perairan sekitar.
Warga Tabunganen yang menerima kabar tersebut sempat merasa cemas, mengingat kondisi cuaca beberapa hari terakhir kurang bersahabat. Sejumlah warga turut membantu menyebarkan informasi agar pihak keluarga dan kerabat dekat segera mendapatkan kabar terbaru mengenai kondisi kedua nelayan. (SABRIANOOR/j)









