PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mempersiapkan 2.300 personel gabungan dari berbagai lintas instansi untuk mengamankan pelaksanaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Hari ini kami bersama pemerintah provinsi dan lembaga vertikal lainnya melakukan rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat Telabang 2026 untuk mempersiapkan target, sasaran dan sebagainya," kata Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan di Palangka Raya, Kamis, 5 Maret 2026.

Dia menjelaskan terjadi perubahan paradigma dalam pola pengamanan dari tahun ke tahun. Tidak hanya fokus pada arus mudik dan balik, pihaknya juga memperketat penjagaan pada seluruh rangkaian ibadah umat Muslim mulai dari awal puasa hingga setelah Lebaran.

"Kami mengamankan kegiatan ibadah mulai dari bulan puasa, seperti tadarus, tarawih, hingga pembagian zakat. Setelah Idul Fitri pun, fokus kami berlanjut pada pengamanan objek wisata," ucapnya.

Selain menyiagakan 2.300 personel, Iwan menegaskan Polda Kalimantan Tengah juga menyiagakan sekitar 1.160 personel khusus untuk mengantisipasi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, yang dipetakan berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pihaknya bersama instansi terkait telah melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan macet, rawan kecelakaan lalu lintas (laka), hingga rawan bencana di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

"Kami optimis dengan sinergitas antara pemerintah daerah, Kepolisian, dan masyarakat, Operasi Ketupat Telabang 2026 ini akan berjalan maksimal dalam memberikan pelayanan serta rasa aman bagi seluruh masyarakat," ujarnya.

Iwan berharap dengan adanya rapat kordinasi lintas sektoral ini, dapat memperlancar pelaksanaan Idul Fitri di Kalimantan Tengah serta terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

Dia juga mengimbau seluruh masyarakat agar memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila melihat dan menemukan adanya tindakan-tindakan yang berpotensi mengganggu kamtibmas di Kalimantan Tengah.

"Dengan demikian, potensi-potensi itu dapat segera dilakukan penanganan agar tidak mengganggu kamtibmas di Kalimantan Tengah yang telah kondusif," demikian Iwan.