PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menilai Program D1 Vokasi yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mampu menyelaraskan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri di daerah.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali mengatakan, program vokasi yang difokuskan pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan tersebut sejalan dengan potensi unggulan Kalimantan Tengah di bidang sumber daya alam dan agroindustri.

“Program D1 vokasi bidang pertanian, perikanan, dan peternakan ini merupakan langkah strategis yang selaras dengan potensi unggulan Kalimantan Tengah,” ujar Bahjuri saat menghadiri peluncuran program strategis sektor pendidikan Pemprov Kalteng di Palangka Raya, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pendidikan vokasi berbasis potensi daerah dinilai efektif untuk mengurangi kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri atau mismatch di lapangan.

Selain itu, program tersebut juga diharapkan dapat memperkuat sektor riil sekaligus mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah.

“Pendidikan vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi menghasilkan tenaga kerja terampil yang siap masuk dunia kerja,” katanya.

Bahjuri menambahkan, kebijakan tersebut sejalan dengan visi pembangunan nasional, termasuk mendukung agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov Kalimantan Tengah menggandeng sejumlah perguruan tinggi, salah satunya Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, dengan kuota peserta mencapai ribuan orang.

Sistem pembelajaran pada Program D1 Vokasi ini terdiri dari 30 persen teori dan 70 persen praktik kerja agar peserta didik memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan program tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang merata dan berkeadilan di daerah.

“Pendidikan adalah fondasi sekaligus investasi untuk masa depan. Melalui pendidikan, kita dapat memutus mata rantai kemiskinan, kebodohan, dan keterisolasian,” kata Agustiar.