PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meluncurkan program bantuan seragam sekolah gratis yang menyasar lebih dari 60 ribu pelajar SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) di seluruh kabupaten dan kota.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan program tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh pelajar mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.

“Meski efisiensi anggaran menyebabkan APBD Kalimantan Tengah turun dari Rp10,2 triliun pada 2025 menjadi Rp5,4 triliun pada 2026, kami tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas,” kata Agustiar di Palangka Raya, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurut dia, program seragam gratis ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam mendukung dunia pendidikan sekaligus membantu meringankan beban masyarakat.

Sebanyak lebih dari 60 ribu pelajar penerima bantuan tersebut berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah, baik yang berada di wilayah pedalaman maupun perkotaan.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung menambahkan bantuan seragam tersebut diberikan terutama bagi pelajar yang membutuhkan.

Adapun rincian bantuan yang disalurkan meliputi 34.735 seragam olahraga, 34.735 seragam Batik Huma Betang, serta 25.123 seragam putih abu-abu.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan 25.123 seragam pramuka lengkap dengan 26.030 pasang sepatu, 25.123 topi sekolah, 25.123 dasi, serta 25.123 ikat pinggang sekolah.

Leonard mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Kalteng dalam meningkatkan akses serta kualitas pendidikan di Bumi Tambun Bungai.

“Ini bentuk komitmen Pemprov Kalteng untuk terus meningkatkan akses dan kualitas pendidikan,” katanya.

Program tersebut juga sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan inklusif, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional dalam penguatan SDM, sains, teknologi, pendidikan, dan kesehatan.