BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat ketahanan pangan daerah dengan mengembangkan program cetak sawah baru yang dipusatkan di Kecamatan Rakumpit.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palangka Raya Sugiyanto mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan survei potensi lahan di Kelurahan Mungku Baru yang diperkirakan memiliki potensi pengembangan hingga sekitar 240 hektare.
“Luas tersebut cukup strategis untuk mendukung pengembangan pertanian tanaman pangan dalam skala besar. Sebagian besar lahan berada di tepian Sungai Rungan sehingga memiliki potensi sumber air yang memadai untuk sistem irigasi persawahan,” kata Sugiyanto di Palangka Raya, Kamis, 5 Maret 2026.
Ia menjelaskan survei dilakukan untuk memastikan kelayakan lahan yang akan dikembangkan menjadi area persawahan. Tim melakukan pengkajian mulai dari kondisi topografi, struktur tanah, tingkat kesuburan hingga akses terhadap sumber air.
Menurut Sugiyanto, faktor tersebut menjadi penentu utama keberhasilan budidaya padi di wilayah tersebut.
Selain itu, pengembangan program cetak sawah baru juga mendapat dukungan dari pihak ketiga melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kota Palangka Raya.
Ia menambahkan tahapan survei ini penting agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran serta mampu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat, khususnya petani di wilayah Rakumpit.
Pengembangan sawah baru ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat kemandirian pangan di tingkat daerah.
Dengan bertambahnya luas lahan tanam, pemerintah berharap produksi padi dan komoditas pangan lainnya dapat meningkat sehingga secara bertahap mampu mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pangan, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya masyarakat di Kelurahan Mungku Baru dan sekitarnya,” ujarnya.
Di sisi lain, DPKP Kota Palangka Raya juga mulai mengembangkan lahan pertanian seluas sekitar 21,5 hektare di Kelurahan Petuk Bukit sebagai bagian dari upaya perluasan area tanam dan optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian di wilayah tersebut.









