JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Ratusan warga memadati kediaman Duta Besar Republik Islam Iran di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026, untuk mengikuti doa bersama mengenang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei yang dilaporkan gugur dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel.

Sejak siang hari, masyarakat mulai berdatangan ke lokasi dengan mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol duka. Sebagian dari mereka membawa bunga mawar dan berfoto di depan potret Ali Khamenei yang dipajang di area kedutaan.

Selain itu, sejumlah warga juga terlihat menuliskan pesan duka cita serta membubuhkan tanda tangan pada petisi sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap perdamaian serta penegakan hukum internasional.

Kegiatan doa bersama dimulai sekitar pukul 15.15 WIB dengan sambutan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Dalam sambutannya, ia mengenang peran Ali Khamenei serta mengecam keras serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

Boroujerdi menyebut serangan tersebut tidak hanya menewaskan pemimpin tertinggi Iran, tetapi juga menyebabkan korban jiwa di kalangan masyarakat sipil, termasuk anak-anak.

Setelah sambutan, peserta kegiatan bersama-sama melantunkan Surah Yasin dan berdzikir. Doa bersama kemudian ditutup dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, Ayat Kursi, Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq, serta Surah An-Nas.

Suasana haru terasa ketika doa dipanjatkan untuk Ali Khamenei. Sejumlah warga terlihat menitikkan air mata sebagai bentuk duka atas wafatnya tokoh yang mereka anggap sebagai simbol perjuangan Iran.

Sebelumnya pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.

Televisi Pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei gugur dalam serangan tersebut.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Eskalasi ketegangan ini terjadi di tengah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran di Jenewa yang dimediasi oleh Oman.

ANTARA