BORNEONEWS, Palangka Raya – Madin, petani tua dari Palangka Raya sukses membuat Presiden Joko Widodo terpingkal-pingkal. Ini terjadi kala Presiden meminta seorang warga yang baru mendapat sertifikat tanah, maju ke panggung dalam acara Puncak Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2016 di Stadion Sanaman Mentikei, Palangka Raya, Selasa (20/12/2016).
Adalah Madin, sosok pria tua yang akhirnya maju ke samping Jokowi berdiri. Dua orang sebelumnya, dari kalangan remaja, sudah dipanggil Presiden yang akrab dipanggil Jokowi ini naik ke panggung dan diminta menyebut tiga contoh tindakan kesetiakawanan sosial yang bisa dipraktekkan di tengah masyarakat. Keduanya pun mendapat dua dari tiga sepeda yang disiapkan bagi siapa yang bisa menjawab pertanyaan Kepala Negara.
Kali ini Jokowi tidak menanyakan kesetiakawanan sosial. Ia menanyakan untuk apa sertifikat yang sudah diberikan kepadanya dalam program nasional (Prona). Ia lulus dalam pertanyaan dialogis yang disampaikan Jokowi kali ini. “Ya kalau kepepet pak, ya dimasukkan ke bank, untuk nambah modal kerja dan untuk neruskan sekolah anak,” ujar Madin dengan polosnya.
Kali ini Jokowi tertawa dan tersenyum puas. ”Bagus, ini termasuk hal yang produktif, karena pinjaman tidak untuk digunakan belanja konsumtif semata. Yang penting bisa ngangsur ya pak,” tutur Jokowi.
Saat pertanyaan kedua, laki-laki yang sudah berumur ini malah membuat terpingkal Jokowi dan ribuan hadirin. Bagaimana tidak, petani nelayan asal Palangka Raya ini saat diminta menyebut berapa luas tanahnya sendiri tidak hafal. ”Sekitar 6 ribu meter lebih pak,” jawab Madin sekenanya.
Jokowi pun akhirnya meminta agar Madin mengingat dan menghafalnya agar tahu hak dan tata batas yang menjadi kewenangannya. Karena masih tidak tahu, Staf Jokowi memberikan Sertifikat milik Madin dan membacakannya untuk Madin agar ditirukan Madin.
Setelah membaca angka di Sertipikat, berulangkali Jokowi mengajari Madin agar menirukan jumlah yang tertera pada, yaitu 6.749 meter per segi. Berulang kali pula Madin gagal mengucapkan dengan baik, selalu kebalik-balik yang membuat Jokowi tertawa keras.
“Enam ribu empat ratus sembilan tujuh puluh sembilan” kata Madin yang membuat ger-geran hadirin. Tak ayal Jokowi pun mengajak mengeja bersama-sama. Tetapi Madin pun tidak juga bisa melafalkan dengan benar. Mungkin ia tidak bisa membaca angka atau memang tidak bisa baca tulis.
“Enam ribu sembilan ratus tujuh puluh empat,”kata Madin di kesempatan kedua, yang masih juga salah. Kejadian ini sampai berulang empat kali dan membuat ribuan hadirin dan pejabat pusat maupun daerah yang ada di panggung tertawa lepas.
Namun, karena kemurahan Jokowi, Madin pun diberikan sepeda angin yang tersisa satu unit di atas panggung. Ia pun turun membawa sepeda dibantu staf kepresidenan yang mengawal Jokowi untuk menurunkan sepeda hadiah dari Presiden itu.
Kepada ribuan penerima sertifikat tersebut, Presiden berpesan agar menggunakannya untuk hal-hal produktif. Misalnya menjadikan agunan ke pihak bank untuk pengucuran kredit modal kerja, menyekolahkan anak, dan kebutuhan yang sifatnya bukan konsumtif. Pesan Jokowi selanjutnya adalah kepada aparatur Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ia meminta agar melayani masyarakat dengan baik, mudah, dan cepat, serta tidak ada lagi pungutan liar. (M. MUCHLAS ROZIKIN/N).








