BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Langkap berharap, seluruh desa di wilayah tersebut dapat menikmati aliran listrik paling lambat pada tahun 2028. Saat ini, masih terdapat puluhan desa di Kotim yang belum sepenuhnya teraliri listrik.
Menurut Langkap, program Kalteng Terang yang dicanangkan pemerintah diharapkan mampu menjangkau seluruh wilayah, termasuk desa-desa terpencil di Kotim yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses listrik.
"Program Kalteng Terang ini memang belum menyentuh semua desa. Di Kotim sendiri masih ada sekitar 25 desa yang belum menikmati listrik secara penuh," ujar Langkap, Jumat, 6 Maret 2026.
Ia menyampaikan harapannya agar pemerintah pusat melalui dukungan DPR RI Komisi VII dapat membantu memperjuangkan pembangunan jaringan listrik di wilayah tersebut. Menurutnya, dukungan dari pemerintah pusat sangat penting agar target pemerataan listrik di daerah dapat tercapai sesuai rencana.
"Kami berharap Kotim mendapat dukungan dari Komisi VII untuk memperjuangkan program ini, sehingga target 25 desa yang belum berlistrik bisa tuntas pada 2028," katanya.
Langkap menambahkan, keberadaan listrik sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat di desa, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga pengembangan ekonomi lokal. Dengan tersedianya listrik secara merata, diharapkan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedesaan juga dapat meningkat serta mempercepat pembangunan daerah di Kotim. (DEWI PATMALASARI/H)









