SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak lima kapal dengan total 13 call disiapkan untuk melayani arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Armada tersebut dioperasikan oleh dua operator pelayaran, yakni PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan PT Dharma Lautan Utama (DLU).

Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas III Sampit Gusti Muchlis menjelaskan, penyelenggaraan angkutan laut Lebaran tahun ini melibatkan sejumlah kapal penumpang yang akan melayani rute dari dan menuju Sampit.

"Untuk penyelenggaraan angkutan laut Lebaran di Pelabuhan Sampit tahun ini sekitar 11 call, dilayani oleh dua operator yaitu PT Pelni dan PT Dharma Lautan Utama," ujar Gusti Muchlis, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia merinci, PT Pelni menyiapkan tiga kapal yakni KM Lawit, KM Leuser, dan KM Kelimutu. Sementara dari PT DLU mengoperasikan dua kapal, yaitu KM Kirana III dan KM Dharma Rucitra VI. Jumlah call diperkirakan bertambah dengan masuknya KM Kelimutu yang dijadwalkan melakukan pelayaran percobaan pada 9 Maret 2026.

"Nanti ditambah dengan KM Kelimutu, tanggal 9 Maret rencana sudah melakukan untuk percobaan itu langsung ke Sampit, itu menambah jumlah armada. Jadi sekitar ada dua call untuk KM Kelimutu, jadi semuanya berjumlah sekitar 13 call," katanya.

KSOP Kelas III Sampit juga menyiapkan posko angkutan laut Lebaran yang akan beroperasi mulai 13 hingga 30 Maret 2026 untuk memantau kelancaran arus penumpang.

Ia mengungkapkan, puncak pemesanan tiket bahkan sudah mulai terlihat sejak awal periode tersebut. Berdasarkan informasi dari operator kapal, sejumlah jadwal keberangkatan sudah terjual habis.

"Informasi dari operator, untuk keberangkatan tanggal 12, 14 hingga 18 Maret tiketnya sudah habis terjual," tambahnya.

Meski demikian, jumlah penumpang yang diangkut tetap menyesuaikan dengan kapasitas kapal yang telah ditetapkan guna menjaga keselamatan dan kenyamanan selama pelayaran.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah armada yang melayani arus mudik tahun ini lebih banyak. Namun durasi penyelenggaraan angkutan Lebaran justru lebih singkat.

"Tahun ini masa penyelenggaraan hanya 18 hari, sedangkan tahun lalu mencapai 22 hari, meskipun armadanya lebih sedikit," ucapnya.

Dengan penambahan armada tersebut, KSOP Sampit memperkirakan jumlah penumpang pada arus mudik 2026 akan meningkat sekitar 12,8 persen. (DEWI PATMALASARI/y)