BORNEONEWS, Sampit – Jumlah penumpang pada arus mudik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diperkirakan mengalami peningkatan sekitar 12,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini dipicu oleh bertambahnya jumlah armada kapal yang melayani rute dari dan menuju Sampit.
"Dibanding tahun lalu, armada kapal tahun ini memang lebih banyak. Namun durasi penyelenggaraan posko hanya 18 hari, sedangkan tahun sebelumnya mencapai 22 hari," ujar Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas III Sampit Gusti Muchlis, Jumat, 6 Maret 2026.
Menurutnya, dengan penambahan armada tersebut, jumlah penumpang pada masa arus mudik di Pelabuhan Sampit diperkirakan mencapai sekitar 12 ribu orang.
"Jadi kita estimasi sekitar kenaikan itu 12,8 persen," katanya.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, sebanyak lima kapal dengan total 13 call disiapkan melayani rute dari Pelabuhan Sampit menuju Surabaya dan Semarang. Armada tersebut dioperasikan oleh dua operator pelayaran, yakni PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan PT Dharma Lautan Utama (DLU).
PT Pelni menyiapkan tiga kapal, yaitu KM Lawit, KM Leuser, dan KM Kelimutu. Sementara PT DLU mengoperasikan dua kapal, yakni KM Kirana III dan KM Dharma Rucitra VI.
"Nanti ditambah dengan KM Kelimutu. Kapal ini menambah sekitar dua call sehingga totalnya menjadi 13 call," tambahnya.
Ia menjelaskan, kapasitas penumpang setiap kapal telah ditentukan sesuai Surat Keterangan Keselamatan Penumpang (SKKP). Untuk kapal milik Pelni, kapasitas penumpang sekitar 1.400 orang, sedangkan kapal milik DLU sekitar 700 orang.
Perhitungan estimasi jumlah penumpang dilakukan berdasarkan kapasitas maksimal kapal apabila seluruh kursi terisi selama periode arus mudik sehingga diperkirakan terjadi lonjakan penumpang 12,8 persen.
KSOP Sampit juga memastikan seluruh kapal yang melayani rute Sampit telah melalui pemeriksaan kelayakan atau ramp check sebelum memasuki masa angkutan Lebaran.
"Ramp check sudah dilaksanakan pada akhir Februari. Pemeriksaan ini untuk memastikan kapal yang melayani rute Sampit, baik menuju Surabaya maupun Semarang, benar-benar dalam kondisi laik laut," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









