BORNEONEWS, Palangka Raya – Presiden Joko Widodo mengakui bumi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan pada umumnya kuat dalam ketersediaan mineral dan batubara (Minerba). Tetapi, keterlimpahan sumber daya alam ini menurut Jokowi tidak boleh dikuras dalam ukuran yang tiada batas, harus dibatasi.

“Pembatasan Minerba yang menurunkan harga? Saya kira enggak. Sebab saya lihat batu bara harganya sudah naik di atas 100, ini sudah baik. Kekuatan Kalimantan ada di sini. yang namanya sumber daya alam, itu harus dibatasi dan ada batasnya. Saya kira gubernur mengetahui hal itu karena dia juga pebisnis, sehingga saya kira ngertilah,” kata Jokowi usai acara jalan-jalannya bersama istri dan anaknya di Hypermart Selasa (20/12/2016) malam.

Jokowi menjawab pertanyaan mengenai dampak pembatasan ekspor Minerba yang membuat harga turun di tingkat masyarakat dan pengusaha lokal yang berinvestasi di Kalimantan.

Ia setuju ada peningkatan dalam segi produksi Minerba di Kalteng ke depan. Tetapi, harus digandengan dengan komoditas lain agar tidak melulu mengharapkan Minerba saja. Misalnya dengan kekuatan sumber daya hutan dan lainnya.

“Kekuatan di sini di Kalimantan ini kan kuat di minerba, batubara, karet, sawit, dan sebagainya. Nah nanti ini akan kami injeksi lagi bersama dengan gubernur dan bupati. Agar ada hutan tanaman rakyat (HTR) yang hasilnya diambil oleh industri, dipakai membuat barecore, kayu lapis, mebel dan furniture, yang pabriknya didirikan di sini,” kata Jokowi. (M. MUCHLAS ROZIKIN/N).