PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua DPRD Palangka Raya, Subandi menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap peredaran daging di pasaran menjelang Idulfitri. 

"Pengawasan tersebut terutama terkait kepastian sertifikasi halal serta standar higienitas produk yang dijual kepada masyarakat," katanya, Jumat, 6 Maret 2026.

Menurutnya, meningkatnya kebutuhan daging menjelang hari besar keagamaan harus diimbangi dengan pengawasan yang maksimal dari pihak terkait, agar masyarakat tidak dirugikan oleh produk yang tidak memenuhi standar.

“Permintaan daging pasti meningkat menjelang Idulfitri. Karena itu pengawasan harus diperketat agar tidak ada daging yang beredar tanpa sertifikat halal atau tidak higienis,” ujarnya.

Ia menegaskan pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari rumah potong hewan (RPH) dan rumah potong unggas (RPU), hingga ke pasar tradisional maupun tempat penjualan lainnya. 

"Setiap tempat pemotongan harus dipastikan memiliki sertifikat halal serta memenuhi standar kebersihan dan kesehatan," tegasnya.

Subandi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, dinas terkait, lembaga sertifikasi halal, serta masyarakat dalam menjaga keamanan pangan. 

Menurutnya, pengawasan yang kuat akan menciptakan lingkungan pasar yang aman dan sehat bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangka Raya, Sugiyanto menyampaikan pihaknya telah melakukan pengawasan intensif terhadap peredaran daging beku di wilayah tersebut.

"Pemeriksaan dilakukan mulai dari kondisi fisik daging, suhu penyimpanan di dalam freezer, hingga kelengkapan administrasi sertifikasi halal dan kelayakan konsumsi," jelasnya.

Selain itu, petugas juga katanya memantau ketersediaan stok di tingkat pengecer guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan tidak terjadi kelangkaan menjelang Idulfitri. (MARINI/y)