BORNEONEWS, Palangka Raya - Operasi Lili Telabang 2016 resmi ditabuh, Kamis (22/12/2016). Polda Kalteng bakal menurunkan 387 personel untuk mengamankan 500 lebih gereja yang ada di Bumi Tambun Bungai.
Operasi itu akan berlangsung selama 10 hari berakhir Minggu (1/1/2017). Jumlah personel yang diturunkan itu terdiri dari 40 anggota Polda Kalteng, sedangkan sisanya Polres jajaran.
Kapolda Kalteng Brigadir Jenderal Fakhrizal mengatakan, ada beberapa tujuan Operasi Lilin tersebut digelar. Pertama, terjaminnya rasa aman masyarakat dalam merayakan Natal dan tahun baru. Kedua, terwujudnya situasi dan kondisi Kamtibmas yang aman, kondusif dan terkendali, sebelum pada saat, pasca Natal 2016 dan tahun baru 2017. Terakhir, terwujudnya situasi kondisi Kamseltibcarlantas yang aman, lancar dan tertib sebelum, pada saat dan pasca Natal 2016 dan tahun baru 2017.
"Kita akan melakukan pengamanan 24 jam. Di Kalteng sendiri ada sekitar 500 gereja. Namun kita akan memprioritaskan gereja-gereja yang selama ini jemaatnya banyak," kata Fakhrizal usai gelar Operasi Lilin Telabang 2016, di halaman Polda Kalteng.
Dia menuturkan, setiap gereja akan dilakukan sterilisasi H-1 Natal. Sehingga, pelaksanaan ibadah berjalan dengan aman dan lancar. Kapolda menegaskan, sampai sejauh ini kondisi Kalteng sangat kondusif. Tidak ada pula suatu daerah yang paling dianggap rawan. Semua tetap mendapat pengamanan tanpa terkecuali.
Sementara itu, Danrem 102 Panju-panjung Kolonel Arm M Naudi Nurdika mengatakan, TNI akan memantau Polri dalam mengamankan perayaan Natal dan tahun baru. "Semua anggota TNI kita libatkan dengan jumlah 2000 an anggota. Ini untuk mendukung Polri dalam pengamanan Natal dan tahun baru," kata Nurdika.
Dia menambahkan, dari semua anggota yang diturunkan, mereka juga ada anggota intelijen dengan pakain tertutup. "Tentunya anggota intelijen juga berkoordinasi dengan Polri," tuturnya. (BUDI YULIANTO/*)








