JAKARTA –

BORNEONEWS, Istanbul – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim memiliki sejumlah kandidat yang dinilainya mampu menjadi pemimpin yang baik bagi Iran di masa depan, seiring memanasnya ketegangan antara kedua negara.

Dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan NBC News pada Kamis, 5 Maret 2026, Trump mengatakan pihaknya menginginkan perubahan dalam struktur kepemimpinan Iran. Ia bahkan menyebut telah memiliki beberapa nama yang dinilai layak memimpin negara tersebut.

“Kami ingin masuk dan membersihkan semuanya,” kata Trump.

Namun, Trump menegaskan bahwa dirinya tidak ingin sosok pemimpin yang membutuhkan waktu lama untuk membangun kembali Iran. Menurut dia, kandidat yang dipertimbangkan harus mampu membawa perubahan lebih cepat.

Meski mengaku telah memiliki sejumlah nama dalam daftar kandidat, Trump menolak mengungkap identitas mereka. Ia hanya menyebut pihaknya tengah memantau situasi dan mengambil langkah agar orang-orang tersebut tetap aman di tengah konflik.

“Kami mengawasi mereka,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memicu berbagai komentar dalam wawancaranya dengan NBC News yang disiarkan pada Sabtu. Saat ditanya siapa yang kemungkinan memimpin Iran di masa depan, Trump mengaku belum memiliki kepastian.

Ia bahkan berkelakar bahwa pejabat Iran suatu saat bisa saja menghubunginya untuk meminta saran terkait sosok pemimpin yang tepat bagi negara tersebut.

Trump juga menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang sebelumnya mengatakan Iran siap menghadapi kemungkinan invasi darat oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel.

Menurut Trump, pernyataan tersebut tidak relevan karena ia menegaskan tidak mempertimbangkan opsi invasi darat. Meski demikian, ia memastikan serangan terhadap Iran akan terus berlanjut dengan tempo dan intensitas tertentu.

Trump juga mengklaim Iran telah mengalami banyak kerugian akibat konflik yang berlangsung.

“Mereka sudah kehilangan banyak hal, termasuk angkatan laut mereka,” katanya.

Sumber: Anadolu/ANTARA