JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Indonesia terus mendorong upaya deeskalasi untuk mencegah konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meluas. Sikap tersebut disampaikan pemerintah Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Ketua organisasi Developing Eight (D-8).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang mengatakan Indonesia mengajak semua pihak menahan diri agar ketegangan di kawasan Timur Tengah tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Sebagai Ketua D-8, Indonesia menekankan pentingnya deeskalasi dan mendorong semua pihak untuk menahan diri,” kata Yvonne dalam taklimat media di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan Indonesia juga terus menjalin komunikasi dengan negara-negara anggota D-8 untuk memantau perkembangan situasi yang terjadi saat ini.

Selain itu, persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada April 2026 tetap berjalan sesuai rencana.

“Hingga saat ini Indonesia terus melakukan berbagai persiapan yang diperlukan serta berkomunikasi dengan seluruh anggota D-8,” ujarnya.

Yvonne juga memastikan dinamika konflik yang melibatkan Iran dengan AS dan Israel tidak memengaruhi status keanggotaan Iran di organisasi tersebut.

D-8 merupakan organisasi kerja sama ekonomi negara berkembang yang beranggotakan Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan menjadi anggota terbaru yang bergabung pada Desember 2024.

Sebagai bagian dari rangkaian keketuaan, Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT ke-12 D-8 di Jakarta pada April 2026. Pertemuan itu akan diawali dengan pertemuan pejabat tinggi serta rapat tingkat menteri luar negeri.

KTT tersebut mengusung tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama.”

Sebelumnya, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi berharap organisasi D-8 dapat mengeluarkan pernyataan tegas mengutuk serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Dalam konferensi pers di kediaman resminya di Jakarta, Senin (2/3), Boroujerdi menyatakan dukungan dari negara-negara anggota D-8 diharapkan dapat membantu mendorong terciptanya deeskalasi konflik.

Ia berharap D-8 dapat menunjukkan sikap yang jelas terhadap serangan tersebut sebagai bentuk solidaritas antarnegara anggota.

ANTARA