JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sekitar 160 ulama serta tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas berbagai isu strategis, termasuk dinamika geopolitik global.

Pertemuan yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026, itu berlangsung lebih dari tiga jam dan diisi diskusi intensif antara pemerintah dan para tokoh agama.

Teddy menjelaskan dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo juga memaparkan secara langsung latar belakang keterlibatan Indonesia dalam forum perdamaian Palestina yang dikenal dengan Board of Peace (BoP).

“Presiden menyampaikan secara langsung alasan dan proses panjang di balik partisipasi Indonesia dalam forum perdamaian Palestina tersebut,” kata Teddy melalui unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet, Jumat.

Selain itu, Presiden juga membahas upaya diplomasi Indonesia dalam mendorong terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah, termasuk perkembangan konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Menurut Teddy, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk membantu meredakan konflik sekaligus mengurangi dampak kemanusiaan yang terjadi, khususnya di Palestina.

Ia menambahkan sebelum mengambil langkah diplomasi tersebut, Presiden Prabowo telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pemimpin negara mayoritas Muslim dan negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Beberapa negara yang diajak berdiskusi antara lain Turki, Arab Saudi, Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, Pakistan, Yordania, Kuwait, dan Bahrain.

Melalui forum silaturahmi tersebut, pemerintah juga menerima berbagai pandangan dan masukan dari para ulama terkait kebijakan luar negeri Indonesia serta perkembangan situasi global yang dinilai berdampak terhadap dunia Islam.

ANTARA