BORNEONEWS, Sampit – Gema Ramadan yang digelar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diharapkan mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai spiritual para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kegiatan yang dilaksanakan di Sekretariat PWRI Kotim tersebut dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Quran, serta diisi berbagai agenda keagamaan seperti khotmil Quran, tausiah, hingga buka puasa bersama.
"Kami mengapresiasi PWRI Kotim yang telah menginisiasi kegiatan ini. Momentum Ramadan seperti ini sangat baik untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari," ujar Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim Umar Kaderi, Jumat, 6 Maret 2026.
Menurutnya, peringatan Nuzulul Quran tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus mengamalkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ia menilai kegiatan yang dilaksanakan di pertengahan Ramadan tersebut juga memiliki makna penting dalam menjaga kebersamaan dan kekeluargaan di antara para pensiunan ASN.
"Kita berharap kegiatan ini dapat mempererat ukhuwah islamiyah di lingkungan PWRI. Apalagi kegiatan ini diisi dengan ibadah dan kegiatan sosial seperti Fahmil Quran serta pemberian santunan," katanya.
Selain kegiatan keagamaan, acara tersebut juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial para anggota PWRI.
Umar menilai langkah tersebut menunjukkan bahwa para pensiunan ASN tetap memiliki semangat untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat meski telah memasuki masa purnatugas.
"Kepedulian sosial seperti ini perlu terus dijaga. PWRI bukan hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terlebih di bulan suci Ramadan yang penuh berkah," tuturnya.
Ia juga menegaskan, Pemkab Kotim memandang para anggota PWRI sebagai sosok yang memiliki pengalaman panjang dan kebijaksanaan yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan daerah.
"Para anggota PWRI memiliki pengalaman yang sangat berharga selama masa pengabdian. Kami sangat terbuka terhadap berbagai saran dan pemikiran dari para senior demi kemajuan Kotim," tandasnya.
Sementara itu, Ketua PWRI Kotim Sugian Noor mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Gema Ramadan yang kini memasuki tahun kedua. Ia menyebut partisipasi anggota pada tahun ini meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
"Alhamdulillah tahun ini peserta yang hadir lebih banyak. Termasuk kegiatan khotmil Quran dari ibu-ibu PWRI yang," kata Sugian Noor.
Ia menyebutkan, jumlah anggota dan pengurus PWRI Kotim saat ini mencapai sekitar 300 orang. Namun yang hadir diperkirakan 250 orang dan beberapa di antaranya tidak dapat hadir karena faktor kesehatan maupun jarak tempat tinggal yang cukup jauh.
Ke depan, pihaknya berharap kegiatan sosial yang dilakukan PWRI dapat semakin berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
"Jika saat ini kami baru bisa memberikan santunan kepada anak yatim, ke depan kami berharap dapat memperluas bantuan kepada kaum dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan," tambahnya.
Ia juga menyoroti persoalan sosial yang tengah berkembang, khususnya terkait maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Ia berharap para anggota PWRI dapat berperan aktif memberikan edukasi dan pengawasan kepada keluarga masing-masing agar terhindar dari pengaruh negatif tersebut.
"Kami berharap anak cucu di lingkungan PWRI tidak sampai terjerumus dalam hal-hal negatif seperti narkoba. Peran keluarga sangat penting dalam memberikan pengawasan dan pembinaan," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









