JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Orang tua perlu memahami cara pemberian makanan yang tepat agar kebutuhan gizi anak terpenuhi secara optimal. Hal ini penting untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, sekaligus mencegah masalah gizi seperti stunting.

Dokter spesialis anak dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A mengatakan pemberian makanan pada anak tidak hanya soal jenis makanan, tetapi juga menyangkut jadwal, cara pemberian, serta lingkungan saat anak makan.

“Orang tua perlu memperhatikan waktu makan yang tepat, cara pemberian yang benar, serta komposisi makanan yang sesuai,” kata Ian dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Perhatikan Jadwal dan Respons Anak

Ian menjelaskan bahwa metode pemberian makan responsif dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Metode ini menekankan agar orang tua memperhatikan tanda-tanda lapar dan kenyang pada anak.

Menurut dia, pada usia 0–3 bulan bayi biasanya minum susu sesuai kebutuhan atau on demand. Setelah memasuki usia 4–6 bulan, pola makan mulai perlu diatur dengan jadwal tertentu.

Orang tua juga dianjurkan menyesuaikan porsi makanan dengan usia anak. Sebagai contoh, bayi usia sembilan bulan umumnya hanya mampu mengonsumsi sekitar 30 mililiter makanan dalam sekali makan.

Komposisi Makanan Harus Seimbang

Selain jadwal, komposisi makanan juga perlu diperhatikan. Anak membutuhkan makanan dengan gizi seimbang yang meliputi:

- Karbohidrat sebagai sumber energi

- Protein hewani seperti daging, telur, dan susu

- Sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral

Ian menekankan bahwa protein hewani sangat penting untuk mencegah stunting, karena memiliki kandungan asam amino lengkap serta zat besi yang lebih mudah diserap tubuh.

“Protein hewani memiliki nilai nutrisi tinggi yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan anak,” jelasnya.

Atur Waktu Makan dan Ciptakan Suasana Nyaman

Ia juga menyarankan agar orang tua membuat jadwal makan yang teratur, yaitu tiga kali makan utama dan dua hingga tiga kali makanan selingan setiap hari.

Durasi makan anak sebaiknya tidak lebih dari 30 menit, sementara air putih dapat diberikan di sela waktu makan.

Selain itu, suasana makan yang nyaman juga penting agar anak tidak merasa tertekan saat makan.

“Lingkungan makan harus menyenangkan supaya anak bisa makan tanpa paksaan,” kata Ian.

Pantau Pertumbuhan Anak

Ian menambahkan, orang tua perlu memperhatikan perubahan pola makan anak dan memantau pertumbuhan mereka dibandingkan dengan anak seusianya.

Langkah ini penting untuk mendeteksi lebih awal jika terjadi gangguan gizi sehingga dapat segera ditangani.

ANTARA