JAKARTA –

BORNEONEWS, Moskow – Pemerintah Iran memperingatkan bahwa negara mana pun yang ikut mendukung agresi militer Amerika Serikat terhadap Iran berpotensi menjadi target balasan Teheran.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi mengatakan pihaknya tidak akan ragu menanggapi pihak-pihak yang terlibat dalam serangan terhadap negaranya.

“Jika ada negara yang bergabung dengan Amerika Serikat dan Israel dalam agresi terhadap Iran, maka mereka juga akan menjadi target sah bagi pembalasan Iran,” ujar Takht-Ravanchi dalam wawancara dengan media France 24, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa Iran telah mengingatkan sejumlah negara, termasuk di kawasan Eropa, agar tidak terlibat dalam konflik atau aksi militer terhadap Iran.

Menurut Takht-Ravanchi, Teheran saat ini juga tidak memiliki kepercayaan terhadap pemerintah Amerika Serikat untuk kembali melakukan perundingan.

“Kami tidak mempercayai Amerika Serikat. Mereka bukan hanya mengkhianati Iran, tetapi juga mengkhianati diplomasi,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa saat proses perundingan masih berlangsung, justru terjadi serangan terhadap Iran sehingga merusak upaya dialog yang sedang berjalan.

Takht-Ravanchi menilai perundingan yang sebelumnya digelar di Jenewa sebenarnya menunjukkan perkembangan positif. Namun, perubahan sikap dari pihak Amerika Serikat membuat peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi terlewatkan.

Iran, lanjut dia, menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan selama ini merupakan bagian dari upaya mempertahankan diri dari ancaman agresi.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA-ANTARA