BORNEONEWS, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memproyeksikan jumlah pergerakan penumpang pada angkutan Lebaran 1447 Hijriah atau 2026 mengalami penurunan sekitar 1,7 persen dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan hasil survei pemerintah, jumlah masyarakat yang diperkirakan melakukan perjalanan selama periode Lebaran tahun ini mencapai sekitar 143,9 juta orang, lebih rendah dibanding proyeksi tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang.
“Pada survei tahun ini jumlah masyarakat yang akan melakukan pergerakan diproyeksikan sebesar 143,9 juta orang. Jika dibandingkan dengan survei tahun lalu, memang ada penurunan sekitar 1,75 persen,” kata Dudy di Jakarta, Jumat malam, 6 Maret 2026.
Ia menjelaskan survei tersebut dilakukan Kementerian Perhubungan bersama Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB), Badan Pusat Statistik (BPS), serta Kementerian Komunikasi dan Digital.
Survei melibatkan sekitar 55.000 responden dari berbagai wilayah Indonesia untuk memetakan potensi mobilitas masyarakat serta menjadi dasar penyiapan sarana dan prasarana transportasi nasional selama masa mudik Lebaran.
Meski hasil survei menunjukkan penurunan, Kementerian Perhubungan tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan jumlah penumpang. Hal ini berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya, ketika realisasi perjalanan masyarakat justru lebih tinggi dari hasil survei.
Pada 2025 misalnya, survei awal memperkirakan pergerakan sebesar 146,4 juta orang, tetapi realisasinya mencapai sekitar 154,6 juta perjalanan berdasarkan data mobile positioning.
“Pengalaman sebelumnya menunjukkan ada selisih antara hasil survei dan realisasi. Karena itu kami tetap mengantisipasi jika terjadi lonjakan di luar proyeksi,” ujarnya.
Dudy menambahkan sebagian besar masyarakat masih memanfaatkan momentum Lebaran untuk pulang kampung. Berdasarkan survei, sekitar 50,60 persen responden menyatakan perjalanan dilakukan untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga di daerah asal.
Sementara itu, lima provinsi dengan jumlah pemudik terbanyak diperkirakan berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten.
Adapun daerah tujuan perjalanan terbanyak diprediksi menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.
Dari sisi kota asal, pergerakan tertinggi diperkirakan berasal dari Jakarta Timur, Bogor, Bekasi, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat.
Sedangkan lima kota tujuan utama pemudik pada Lebaran 2026 diperkirakan menuju Kebumen, Yogyakarta, Surabaya, Banyumas, dan Bandung.
Selain mudik, Kementerian Perhubungan juga melihat adanya tren baru di mana sebagian masyarakat memanfaatkan libur panjang Lebaran untuk berwisata bersama keluarga.
ANTARA









