PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar rapat kerja bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalteng.

Pertemuan ini difokuskan pada evaluasi pelaksanaan program kerja Tahun Anggaran (TA) 2025 sekaligus mematangkan rencana program untuk TA 2026.

Rapat yang berlangsung di ruang rapat Komisi III tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, Jumat, 6 Maret 2026.

Pertemuan ini merupakan bagian dari implementasi fungsi pengawasan legislatif terhadap program pemerintah daerah, khususnya di sektor kepemudaan dan olahraga.

Dalam arahannya, Sugiyarto menekankan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tahun 2025 adalah langkah krusial. Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, hasil evaluasi harus menjadi fondasi utama dalam menyusun strategi yang lebih efektif dan tepat sasaran di tahun mendatang.

“Evaluasi ini penting agar kita mengetahui sejauh mana program yang telah dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda dan para atlet di Kalteng,” ujar Sugiyarto, Sabtu, 7 Maret 2026.

Menanggapi hal tersebut, pihak Dispora memaparkan sejumlah rencana program prioritas untuk tahun 2026.

Fokus utama akan diarahkan pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pemuda, pembinaan atlet secara berkesinambungan, serta penguatan koordinasi lintas sektor dengan pemerintah kabupaten dan kota.

Sugiyarto mengingatkan agar program-program yang disusun tidak hanya bersifat seremonial. Ia mendorong agar setiap kegiatan berorientasi pada pembangunan karakter, peningkatan daya saing, dan penciptaan prestasi yang membanggakan, baik di tingkat regional maupun nasional.

“Kami berharap program yang disusun benar-benar mampu mendorong peningkatan kualitas pemuda serta pembinaan olahraga yang berkelanjutan, sehingga dapat melahirkan prestasi bagi Kalteng,” tambahnya.

Sugiyarto menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi yang solid dinilai menjadi kunci utama agar pembangunan sektor kepemudaan dan olahraga memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat luas.

“Kolaborasi antar pemangku kepentingan sangat diperlukan agar pembangunan sektor kepemudaan dan olahraga di Kalteng dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak nyata,” pungkasnya. (PATHUR/j)