BORNEONEWS, Pulang Pisau – Penyakit campak atau measles merupakan infeksi virus akut yang sangat menular. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, namun juga dapat terjadi pada orang dewasa, dengan gejala khas berupa demam tinggi, batuk, pilek, mata merah (konjungtivitis), serta munculnya ruam pada kulit.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pulang Pisau, dr Muliyanto Budihardjo, menjelaskan bahwa campak disebabkan oleh virus paramyxovirus yang menyebar melalui droplet atau percikan batuk dan bersin di udara. Penyakit ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia hingga ensefalitis.
“Saat ini di RSUD Pulang Pisau ada satu pasien yang dirawat akibat campak. Untuk pasien yang berobat jalan ada beberapa orang, tetapi tidak terlalu banyak. Selain itu, ada juga sekitar tiga orang yang berobat ke tempat praktik dokter,” ujar dr Mul, sapaan akrabnya, Sabtu, 7 Maret 2026.
Ia menjelaskan, dampak campak dapat berkisar dari gejala ringan hingga komplikasi berat yang mengancam jiwa. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi di antaranya pneumonia, ensefalitis atau radang otak, diare berat, dehidrasi, infeksi telinga, bahkan kebutaan.
Menurutnya, virus campak termasuk salah satu virus yang sangat mudah menular. Penularannya dapat terjadi melalui droplet dari batuk atau bersin penderita, melalui udara, maupun kontak langsung dengan cairan tubuh penderita. Bahkan virus ini dapat bertahan di udara atau pada permukaan benda hingga dua jam.
Meski demikian, dr Mul menyebutkan peningkatan kasus campak di wilayah Pulang Pisau masih tergolong tidak signifikan. Namun ia tetap mengimbau masyarakat, khususnya yang memiliki bayi dan anak-anak, agar tidak mengabaikan pentingnya imunisasi.
“Memang ada peningkatan, tetapi tidak signifikan. Saya mengimbau masyarakat agar jangan lupa melakukan imunisasi. Bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi, sebaiknya segera diberikan imunisasi sesuai anjuran dokter atau bidan,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini terdapat berbagai jenis imunisasi yang dapat diberikan oleh dokter anak guna melindungi anak dari berbagai penyakit menular, termasuk campak.
“Kalau kondisi tubuh anak kuat dan daya tahan tubuhnya baik, biasanya tidak menjadi masalah. Kasus komplikasi berat sebenarnya jarang terjadi, asalkan keluarga lebih peduli terhadap kesehatan anak dan memastikan imunisasinya lengkap,” tandasnya. (RETHA/j)









