BORNEONEWS, Sukamara – Besarnya gelombang laut di perairan laut Jawa membuat Kecamatan Pantai Lunci Kabupaten Sukamara, menjadi salah satu tempat berlabuh sejumlah kapal besar dari wilayah lain. Mereka berlindung dari cuaca laut yang sedang tidak bersahabat.
"Sejak cuaca laut berubah, kapal nelayan dari luar pulau Kalimantan mulai banyak merapat ke pesisir Pantai Lunci untuk mencari aman hingga keadaan laut kembali normal. Saat ini terhitung ada 15 kapal yang menepi ke wilayah pesisir kita untuk menghindari gelombang laut yang dapat membahayakan keselamatan awak kapal,” kata Kapolsek Pantai Lunci, Iptu Taufik, Kamis (22/12/2016).
Kapolsek pantai Lunci tersebut menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang bagi kapal mana saja yang ingin melabuhkan kapal mereka kewilayah hukumnya jika hanya untuk berlindung dari cuaca buruk. “Kita tidak melarang hanya saja tetap akan melakukan pengawasan terhadap kapal yang keluar masuk wilayah kita.” Ujarnya.
Taufik memperkirakan jumlah kapal nelayan yang akan merapat ke Wilayah Pantai Lunci akan semakin bertambah sebab mnasih banyak kapal yang berada dilaut yang belum sampai kepinggiran pantai.
Sementara warga Desa Cabang Barat Kecamatan Pantai Lunci, Sundi mengatakan bahwa kedatangan kapal-kapal tersebut memang merupakan hal biasa bagi mereka karena setiap cuaca memburuk selalu ada saja kapal nelayan yang akan berlabuh kewilayah mereka untuk menghindari gelombang.
“Ini sudah sering terjadi, hanya saja kali ini jumlah kapal lebih banyak dari biasanya.” Tutur Sundi.
Menurut dia kedatangan kapal-kapal besar itu tidak menggangu aktifitas nelayan lokal yang ada di desa karena mereka tidak berlabuh dalam waktu lama, dan tidak mengambil hasil laut yang berada di sekitar Kecamatan Pantai Lunci yang membuat nelayan setempat kalah dialat tangkap ikan.
“Mereka menangkap ikannya jauh di laut, jadi kita tidak merasa dirugikan.” Pungkas Taufik. (MG-13/N).








