BORNEONEWS, Teheran – Presiden Iran Masoud Pezeshkian berharap Rusia dapat menggunakan pengaruhnya di tingkat internasional untuk mendukung hak-hak Iran di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Harapan tersebut disampaikan Pezeshkian saat melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Iran berharap Rusia menggunakan potensinya di arena internasional untuk mendukung hak-hak sah rakyat Iran di tengah serangan yang sedang berlangsung oleh Amerika Serikat dan Israel,” kata Pezeshkian sebagaimana dikutip dari layanan pers kepresidenan Iran, Sabtu, 7 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Pezeshkian juga membantah tudingan yang menyebut Iran melakukan serangan terhadap Azerbaijan.
Sementara itu, Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, menegaskan bahwa negaranya akan terus melakukan pembelaan diri hingga serangan terhadap Iran dihentikan.
“Kami menjalankan hak melekat untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB hingga agresi dan serangan barbar ini berhenti. Respons kami sah, perlu, dan proporsional,” ujar Iravani kepada wartawan di markas besar PBB.
Ia menegaskan Iran hanya menargetkan sasaran militer sebagai respons atas serangan yang diarahkan ke wilayah negaranya.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan sipil.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa wilayah Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA/ANTARA









