JAKARTA –

BORNEONEWS, Washington – Amerika Serikat mendesak pemerintah Sri Lanka agar tidak memulangkan para penyintas kapal perang Iran IRIS Dena yang tenggelam awal pekan ini. Permintaan tersebut juga mencakup awak kapal Iran lain yang saat ini berada dalam penahanan otoritas Sri Lanka.

Permintaan itu dilaporkan Reuters pada Jumat, 6 Maret 2026, mengutip memo dari kabel internal Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Angkatan Laut Sri Lanka sebelumnya mengevakuasi ratusan awak dari kapal Iran Bushehr yang meminta izin memasuki pelabuhan di negara tersebut. Seorang juru bicara angkatan laut menyebutkan sebanyak 204 orang berhasil diselamatkan, sementara laporan media menyebut jumlahnya meningkat menjadi 208 orang.

Bushehr merupakan kapal Iran kedua yang meminta bantuan kepada Angkatan Laut Sri Lanka.

Sebelumnya, pada 4 Maret, kapal perang Iran IRIS Dena dilaporkan tenggelam sekitar 40 kilometer di selatan Sri Lanka setelah mengirimkan sinyal darurat pada dini hari. Kapal tersebut diketahui sedang dalam perjalanan kembali ke Iran dari sebuah pelabuhan di India bagian timur dengan sekitar 180 awak di dalamnya.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth kemudian menyatakan sebuah kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran tersebut di perairan internasional Samudra Hindia. Ia menyebut insiden tersebut sebagai penenggelaman menggunakan torpedo pertama sejak Perang Dunia II.

Dalam kabel internal Departemen Luar Negeri AS yang dikutip Reuters, otoritas Sri Lanka diminta untuk membatasi kemungkinan Iran memanfaatkan para awak kapal tersebut sebagai alat propaganda.

Selain itu, kapal Bushehr dilaporkan akan tetap berada dalam penahanan Sri Lanka hingga konflik yang sedang berlangsung mereda.

Seorang pejabat Amerika Serikat juga mengatakan kepada Reuters bahwa kapal IRIS Dena dalam kondisi bersenjata ketika diserang dan tidak ada peringatan yang diberikan sebelum serangan dilakukan.

Laporan sebelumnya menyebut sedikitnya 78 orang terluka dan 101 lainnya dinyatakan hilang setelah kapal Iran tersebut diserang di perairan dekat Sri Lanka.

Wakil Menteri Luar Negeri Sri Lanka Arun Hemachandra menyatakan hingga saat ini sekitar 80 jenazah telah ditemukan di lokasi tenggelamnya kapal tersebut.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan serangan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di beberapa wilayah Timur Tengah.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA-ANTARA